Senin, 28 Juli 2014

Apa Sih Kaum Abangan

"Apa Sih Kaum Abangan?"

Ahlannawawi: Ada sebuah cerita! Yaitu, seorang bapak dan seorang anak laki-lakinya. Diceritakan: "Bapaknya sedang sakit demam, akibat masuk angin yang dideritanya. Kemudian sih bapak minta di kerokin ke anaknya."

Bapak: "Nak kerokin bapak!"
Anak: "ya pak"

Seketika bapaknya dikerokin, punggungnya berubah menjadi warna merah (abang). Tiba-tiba anaknya teringat dengan istilah "kaum abangan" lalu tidak ragu-ragu anaknya langsung menanyakan perihal tentung istilah tersebut.

Anak: "Pak, pak????" serunya
Bapak: "Iya, iya. Ada apa nak?" Sambutnya
Anak: "oyah pak! Seperti apa sih ciri ciri kaum abangan? Tanyanya
Bapak: "Lho kok tanya gitu, Emangnya ​apa yang kau perlukan ke mereka?
Anak: "Ya ga pak ingin tahu aja!
Bapak: "Sejauh mana pengalamanmu? Tanyanya
Anak: "kok bapak nanya pengalaman! Ditanya kok tanya lagi!." ujarnya
Bapak: "Ya iya lah. Coba katakan pengalamanmu "
Anak: "aku kan isok ke 'Bali' pak 5 thn, ya tentu aku punya pengalaman pak" jelasnya
Bapak: "Masa se gede ini, kamu nda tahu ciriciri kaum abangan? Berarti kamu kuper!" tegasnya
Anak: "kok kuper pak. Oyah pak aku waktu dibali, pernah lihat orang-orang barat, berenang di pantai, kulit mereka merah merah! Apa itu kaum abangan pak?
Bapak: "Hahaha. Kamu tuh ada ada aja. Kalo itu sih 'bule' cung, bukan kaum abangan" jawabnya sambil tertawa
Anak: "oh iya yah! Terus yang kayak gimana pak, ciriciri kaum abangan itu?
Bapak: "kamu jelas jelas kuper, gak gaul. Hahaha."
Anak: "bapak kok gitu. Dari tadi becanda melulu. Ini serius pak."
Bapak: "Makanya kamu jadi orang tuh gaul. Biar ilmu pengetahuannya banyak." punkasnya
Anak: "jelasin dong pak. Ayolah! Nanti aku kasih kelobot! rayunya
Bapak: "ok bro, kalo begitu bapak jelasin. Ada barang ada penjelasan." ujarnya
Anak: "ok men. Nih kelobotnya.
Bapak: "hust! Sama bapak sendiri, pake men men."
Anak: "habisnya bapak bikin kesel." sambutnya dengan waja yang guram

Bapak: gini nak! Kaum abangan yaiku, sebutan bagi golongan penduduk "Jawa Muslim" yang mempraktikkan Islam dalam versi yang lebih sinkretis."
Anak: "apa tuh pak sinkretis?"
Bapak: "Makanya gaul coy. sinkretis aja gak mudeng. Sinkretis niku pandangan antara pemahaman nilai Jawa tradisional dan agama Islam." jelasnya
Anak: "oh jadi, gitu lho pak" sambutnya

Kemudian bapak mencoba tanya balik ke anaknya, dengan berkata:
Bapak: "oyah cung, kalo yang namanya facebook itu yang bagaimana sih?"

Pertanyaan sih bapak membuat anaknya ngakak. "hu, hahaha gkkkk"
Bapak: "semprul, kamu itu gak sopan ditanyain orang tua malah tertawa"
Anak: "itu lho pak"
Bapak: itu apa? Serunya
Anak: "bapak juga kuper, alias gak gaul men, ternyata bapak dan aku tidak jauh beda, sama-sama kuper" ujarnya

Notes: "Cerita ini hanyalah dongeng belaka, yang sengaja penulis buat, mengenai pentingnya bersosialisasi atau bergaul. Sebab, manfaat dari pergaulan itu dapat menambahkan ilmu pengetahuan bagi kita." :-)

Penulis Skenario: Elang

Minggu, 27 Juli 2014

Tim Rukyat NU Lihat Hilal di Sejumlah Lokasi

Tim Rukyat NU Lihat Hilal di Sejumlah Lokasi

Jakarta, Tim rukyatul hilal Lajnah Falakiyah NU yang disebar di sejumlah lokasi di Indonesia berhasil melihat hilal, diantaranya di Bukit Condrodipo Gresik, Pelabuhan Rabu Sukabumi dan Pesantren Al Hidayah Basmal Jakarta Pusat.

“Dengan demikian, bisa dipastikan Idul Fitri akan jatuh pada, Senin 28 Juli 2014,” kata wakil ketua LFNU Nahari Muslih di gedung PBNU, Ahad sore.

Bukan hanya tim dari LFNU, menurut Nahari, tim rukyatul hilal dari Kementerian Agama juga telah melihat hilal, diantaranya di Makassar Sulawesi Selatan.

Temuan tersebut, kata Nahari, menjadi masukan bagi sidang isbath yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Terlihatnya hilal di sejumlah lokasi ini terjadi mengingat ketinggian hilal sudah diatas 2 derajat, yang menjadi batas minimal bulan bisa dilihat dengan mata telanjang. (mukafi niam)

Sumber: (NU Online : Ahad, 27/07/2014 18:35);

Sabtu, 26 Juli 2014

GP Ansor Sebagai Ujung Tombak Perjuangan NU

GP Ansor Sebagai Ujung Tombak Perjuangan NU

Oleh KH Said Aqil Siroj

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Gerakan Pemuda Ansor memiliki posisi penting dalam NU sejak awal kelahirnnya, tidak hanya berperan sebagai penyemaian kader-kader NU yang dinamis dan militan, tetapi juga sekaligus sebagai ujung tobak bagi perjuangan NU di semua sektor kehidupan.

Dalam situasi tantangan kebudayaan global dewasa ini NU diharapkan bisa tetap eksis, bahkan diharapkan dapat mewarnai kehidupan global dewasa ini  yang penuh persaingan dan pertikaian antara berbagai ideologi-ideologi yang ekstrem dan radikal yang mengancam ketenteraman dan kedamaian. Dilain pihak gaya hidup yang konsumtif dan penghamburan energi yang berlebihan tidak hanya membuat kerusakan lingkungan sehingga terjadi climate change (perubahan iklim) dan cuaca ekstrem dalam dekade terakhir ini, tetapi juga mengakibatkan kesenjanga sosial antara kaya dan miskin.

Di tengah munculnya ektrem ideologi, ekstrem gaya hidup, itu NU akan tetap mengambil jalan tengah (ummat wasathan), karena ini merupakan jalan Islam yang sesungguhnya, sebagaimana Firman Allah.

“Dan demikianlah aku menciptakanmu sebagai umat yang (moderat, adil), agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatanmu.” (QS: Al Baqarah 143).

Dalam menjalanan tugas ini tentu tidak mudah, banyak tantangan terutama dari ideologi ekstrem yang ada, maka dalam kondisi seperti ini GP Ansor NU harus tampil di garis depan perjuangan NU untuk membentengi ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah. Ajaran ahlusunnah ini berpegang teguh pada Sunnah Nabi secara, qoulan wa fi’lah wa taqriran (sabda, tindakan dan kesepakatan). Sebagai pembawa misi kenabian maka ahlussunnah selalu berpegang pada prinsip jamaah yaitu bersama dan membela kepentingan masyarakat banyak.

Dalam kondisi seperti ini maka sebenarnya Ansor di sini tidak terbatas hanya Ansoru Nahdlatul Ulama, tetapi lebih jauh lagi menjadi Ansorul Islam, Ansarullah dan Ansorul Wathan (Pembela Tanah Air). Ini bukan pengandaian tetapi telah diperankan GP Ansor.

Menghadapi tanggung jawab agama, negara dan bangsa ini GP Ansor NU perlu menyingsingkan lengan baju, karena hanya dengan demikian akan bisa  mengemban peran besar sebagai syuhudu hadhari (penggerak peradaban) bangsa, tetapi juga berperan sebagai syuhud tsaqafi (penggerak intelektual) dalam membangun dan menyangga bangsa ini. Komitmen NU pada bangsa ini tidak bisa ditawar, karena NU terlibat dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini sehingga ketaatan NU pada Bangsa dan negara ini bersifat mutlak. Dalam negara ini ini bukan sekadar berperan sebagai stake holder (pemangku kepentingan) yang tidak memiliki peran apapun,  sebagaimana sering disebut orang. NU turut mendirikan negara ini dengan pengorbanan harta dan nyawa, karena itu NU duduk sebagai share holder (pemilik saham) dalam NKRI ini, sehingga posisinya kuat dan memiliki tanggung jawab terhadap negara ini.

Sebagai salah satu pendiri  NKRI maka sense of belonging (rasa memiliki) NU terhadap negara ini sangat tinggi sehingga harus terus dibela dan dijaga dalam koridor empat pilar utama  yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Demikian sikap NU terhadap negara ini. Sementara terhadap pemerintah NU menggunakan pendekatan amar makruf nahi munkar, bila pemerintah berjalan sesuai dengan aturan dan aspirsi rakyat, maka NU akan mendukung penuh kebijakan pemerintah, tetapi ini bukan berarti NU berkoalisi. Karena NU bukan partai politik yang bisa melakukan koalisi dengan pemerintah. Sebaliknya bila kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan konstitusi dan aspirasi rakyat, maka NU akan melakukan kritik, namun ini tidak berarti oposisi, NU bukan partai politik yang bisa beroposisi.

Dengan demikian sikap NU terhadap pemerintah akan lebih proporsional dan rasional tidak apriori menerima sebagimana lazimnya dilakukan oleh kelompok koaliasi. Dan tidak apriori menolak sebagaimana dilakukan kelompok oposisi. Dengan demikian diharapkan NU akan mampu menjaga keseimbang kehidupan bernegara. Dalam konteks ini Peran GP Ansor sangat diperlukan bahkan harus menjadi ujung tombak dari gerakan kultural NU dalam menjaga bangsa dan negara ini. Tanpa diminta terbukti Ansor selalu menunaikan tugas ini. Untuk mengefektifkan peran ini tentunya GP Ansor NU perlu melakukan konsolidasi dan kaderisasi secara terencana dan teratur.

Konsolidasi Organisasi
Menghadapi tugas berat baik yang dihadapi oleh NU dan negara serta bangsa ini, tentu diperlukan sebuah organisasi yang solid, sehingga bisa berjalan secara efektik. GP Ansor NU yang lahir 1934 telah berkembang luas yang memiliki cabang di seluruh penjuru tanah air. Dan memainkan peran di seluruh level perjuangan. Setiap zaman membawa tantangannya sendiri dan setiap tantangan perlu respon dan jawaban tersendiri. Karena itu bagaimanapun organisasi yang besar ini perlu terus dikonsolidasi, ditata ulang manejemen kepemimpinannya, agar mamapu merespon dan mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi.

Sistem kehidupan sosial di alam modern yang lebih individual dan rasionalistik dengan sendirinya telah merenggangkan ikatan-ikatan sosial tradisional. Dengan demikian juga akan mempengaruhi pola berorganaisasi.  Kerenggangan organisasi kalau dibiarkan akan melemahkan gerak organisasi. Sementara organisasi yang lamban bergerak akan sulit merespon perkembanagan yang terjadi dengan sedemikian cepat. Demikian pula derasnya arus perubahan soosial juga mempertinggi tunbtutan masyarakat, semuanya ini hanya bisa direspon dan diantisipasi oleh organisasi yang benar-benar solid.

Dari zaman ke zaman GP Ansor bisa membuktikan kemampuannya mengambil peran dalam kehidupan di negeri ini. Bahkan dalam situasi paling sulit pun Ansor bisa mengambil peran strategis. Ini tidak lain karena organisasi ini mampu menjaga keutuhan organisasi, sehingga peran-perannya masih dirasakan tidak hanya oleh umat Islam tetapi juga oleh bangsa ini. Situasi telah berubah, tantangan ke depan makin besar, sendi-sendi organisasi muai digerogoti oleh sikap apriori, sikap mementingkan diri sendiri. Agenda bagi Ansor adalah bagaiman terus menggairahkan spirit berorganisasi, spirit membela rakyat dan keutuhan bangsa. Ini arti penting konsolidasi organisasi.
Menggerakkan Kaderisasi.

Sejak awal berdirinya GP Ansor NU adalah merupakan sebuah organisasi kader, organisasi ini didirikan untuk menyiapkan kader muda yang nantinya akan berperan di NU. Bayangkan NU telah lahir sebelum negara Indonesia ini ada, dan sekarang masih tetapi ada tidak kurang sedikit apapun bahkan semakin besar, sementara banyak organisasi seusia yang sudah tiada. Rahasia NU sebagai organisasi yang mamapu bertahan melewatan berbagai zaman yang kini berusia 85 tahun tidak lain salah satunya karena tertibnya NU dalam melaksanakan kaderisai, yang salah satunya dilaksanakan oleh GP Ansor.

Keberlangsungan organisasi selain ditunjang oleh adanya ajaran yang selalu relevan juga ditunjang oleh adanya sistem kaderisai yang runtut. Tanpa adanya kaderisasi tidak mungkin dilakukan regenerasi secara sempurna, sementara organisai tanpa regenerasi akan mengalami kejumudan dan stagnasi. Dari situ banyak organisqsiyang laahair kemudian pada berguguran. Kepentingan pragmatis dan jangka pendek, selalu mengabaikan program kaderisasi, karena kaderisai diangap sebagai sesuatu yang mahal dan tidak jelas hasilnya. Memang kaderisasi adalah human invesment (investasi kemanusiaan) jangka panjang, maka hanya pemimpin yang visoner saja yang peduli pada kaderisasi ini.

Kaderisasi ini terbukti tidak hanya dikhususkan untuk NU tetapi lebih luas lagi sebagai kaderr bangsa, terbukti banyak kader GP Ansor ayang berkiprah di berbagai lembaga-lembaga strategis, baik di pemerintahan, di organisasi kemasyarakat, di partai politik, di perguruan tinggi, di lembaga profesi, ketentaraan dan lain sebagainya. Dengan demikian menjalankan kaderisasi juga merupakan investasi besar dan sekaligus peran penting dalam membangun bangsa dan negara ini secara keseluruhan. Mengingat sangat variatifnya anggota GP Ansor, maka kaderisai mesti dilakukan secara multi disiplin dan perlu diutamakan  pengembangan masing-masing  talenta dari anggota, agar diseminasi atau penyebaran kader GP Ansor semakin meluas, sehingga perannya juga semakin besar.

Kaderisiasi yang teratur dan berwawasan ini eengan sendirinya akan melahirkan kepemimpinan yang visioner yang mampu membuka cakrawala organisiai dan cakap dalam mengelola organisasi dalam kondisi apapun, sehingga mampu mengemban amanat organisasi yang tidak lain adalah amanat agama dan amanat bangsa. Pemimpin yang mampu memegang amanah itulah yanga sangat diharapkan perannya dalam organisasi sebesar GP Ansor ini.

Waallahul muwafiq ila aqwamith thariq.
Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Disampaikan dalam pembukaan Kongres Ke XIV GP Ansor NU di Surabaya, 13 Januari 2011

Sumber: NU ONLINE ; Jumat, 14/01/2011 14:13)

Ghasab Akses Internet


Ghasab Akses Internet

Assalamu’alaikum wr. wb. Redaksi yang terhormat, bagaimanakah hukumnya meng-hack jaringan internet yang beredar di luaran sehingga kita bisa ikut menikmati layanan internet dari hasil hack tersebut? Wa’alaikum salam wr. wb. (Hasibulah)

Jawaban

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mungkin yang dimaksudkan dengan pertanyaan di atas adalah mengakses jaringan internet orang lain dengan terlebih dahulu membobol password-nya. 

Bahwa zaman sekarang kebutuhan terhadap internet memang tak dapat terelakkan. Kita rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan layanan internet. Namun di tempat-tempat tertentu kita bisa mengaksesnya dengan gratis. Maraknya internet di satu sisi membawa dampak yang positif, tetapi di sisi lain juga membawa dampak yang negatif.

Bahkan dengan segala cara acapkali ditempuh untuk mendapatkan layanan internet, termasuk meng-hack jaringan internet, dengan cara membobol password-nya. Jika tidak dipassword, maka tidak ada persoalan, karena pemiliknya memang menyediakan layanan tersebut untuk bisa dinikmati semua orang. Tetapi jika dipassword kemudian kita menjelbolnya tanpa sepengetahun yang punya maka ini jelas bermaslah.

Dalam pandangan kami meng-hack jaringan internet adalah termasuk dalam kategori ghasab yang jelas-jelas diharamkan. Sebab, itu bagian mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan. “Hak” dalam konteks ini bukan hanya mencakup soal harta benda, tetapi juga yang lainnya, termasuk di dalamnya jaringan internet. 

          كِتَابُ الْغَصَبِ هُوَ لُغَةً أَخْذُ الشَّيْءِ ظُلْمًا وَشَرْعًا اَلْاِسْتِيلَاءُ عَلَى حَقِّ الْغَيْرِ عُدْوَانًا أَيْ بِغَيْرِ حَقٍّ وَالْحَقُّ يَشْمَلُ الْمَالَ وَغَيْرَهُ

“Penjelasan Tentang Ghasab. Ghasab secara bahasa adalah mengambil sesuatu secara zhalim, sedang menurut syara` adalah menguasai hak orang lain dengan cara yang tidak benar. Sedangkan pengertian “hak” disini mencakup harta-benda dan selainnya” (Muhammad az-Zuhri al-Ghamrawi, as-Siraj al-Wahhaj ‘ala Matn al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr,tt, h. 266)

Demikian penjelasan singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, dan kita termasuk golongan orang-orang bertakwa. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Sumber; http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,59-id,53160-lang,id-t,Ghasab+Akses+Internet-.phpx
(NU Online; Kamis, 10/07/2014 03:01)

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim


Hukum Menerima THR dari Non-Muslim

Assalamu ‘alaikum wr. wb. Pak ustadz, saya adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, dan tinggal beserta anak-istri di sebuah rumah yang sederhana. Kami memiliki tetangga non-muslim yang berkecukupan dan sangat baik. Setiap menjelang lebaran tetangga saya yang non-muslim itu membagi-bagikan sarung, sirup, dan sembako bahkan uang kepada kami yang muslim.
Dia selalu bilang: “Ini THR dari kami, mohon diterima dengan baik meski seadanya”. Saya sering kali ragu untuk menerimanya karena yang memberikan adalah orang non-muslim. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukumnya menerima THR dari orang non-muslim? Mohon kiranya pak ustadz memberikan penjelasan hukumnya. Atas penjelasannya saya ucapkan terimakasih. Dedy/Jakarta         

Jawaban

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Setelah mencermati pertanyaan di atas, kami berkesimpulan bahwa THR yang diberikan orang non-muslim tersebut pada dasarnya masuk dalam kategori hadiah. Karena pemberian tersebut tanpa konpensasi. Maka sebelum menjawab pertanyaan tersebut kami akan menjelaskan sedikit tentang hukum memberikan hadiah.

Pada dasarnya hukum memberikan hadiah adalah sunnah, karena hadiah bisa memberikan efek positif. Yaitu menumbuhkan welas-asih dan menjauhkan permusuhan. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh al-Qurthubi.

اَلْهَدِيَّةُ مَنْدُوبٌ إِلَيْهَا، وَهِيَ مِمَّا تُوْرِثُ الْمَوَدَّةَ وَتُذْهِبُ الْعَدَاوَةَ، رَوَى مَالِكٌ عَنْ عَطَاءِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الخُرَاسَانِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَصَافَحُوا يَذْهَبْ الْغِلُّ وَتَهَادَوْا تَحَابُّوا وَتَذْهَبْ

“Hukum hadiah itu disunnahkan, dan hadiah itu bisa mewariskan kasih sayang dan menghilangkan permusuhan. Imam Malik telah meriwayatkan dari ‘Atha` bin Abdillah al-Khurasani, ia berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, Hendaknya kalian saling bersalaman maka kedengkian akan sirna, dan hendaknya kalian saling memberi hadiah maka kalian akan saling menyayangi satu sama lainnya dan permusuhan akan sirna”.(Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an, Kairo-Dar al-Kutub al-Mishriyyah, cet ke-2, 1384 H/1964 M, juz, 13, h. 199).

Sampai disini sebenarnya tidak ada persoalan. Namun kemudian muncul persoalan sebagaimana pertanyaan di atas. Yaitu, bagaimana jika yang memberikan hadiah adalah orang non-muslim?

Imam Bukhari pakar hadits terkemuka dan hadits riwayatnya diakui paling shahih di antara riwayat-riwayat ahli hadits yang lainya, dalam kitab Shahih-nya menulis bab khusus mengenai qabul al-hadiyah min al-musyrikink (kebolehan menerima hadiah dari non muslim).

Dalam bab ini Imam Bukhari menyuguhkan beberapa hadits yang menunjukkan kebolehan menerima hadiah dari non-muslim. Di antaranya adalah:

وَقَالَ سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ إِنَّ أُكَيْدِرَ دُومَةَ أَهْدَى إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ --رواه البخاري

“Said berkata, dari Qatadah dari Anas ra, sesungguhnya Ukaidira Dumah pernah memberikan hadiah kepada Nabi saw”. (HR. Bukhari).

Hadits lain yang juga bisa dijadikan dasar hukum kebolehan menerima hadiah dari orang non-muslim adalah hadits riwayat at-Tirmidzi yang mengisahkan bahwa Salman al-Farisi pernah memberikan hadiah kepada Rasulullah saw berupa ruthab (kurma basah). Pada saat Salman al-Farisi memberikan hadiah tersebut, ia belum masuk Islam. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Zainuddin al-‘Iraqi:

وَفِيهِ قَبُولُ هَدِيَّةِ الْكَافِرِ فَإِنَّ سَلْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَمْ يَكُنْ أَسْلَمَ إذْ ذَاكَ وَإِنَّمَا أَسْلَمَ بَعْدَ اسْتِيعَابِ الْعَلَامَاتِ الثَّلَاثِ الَّتِي كَانَ عَلِمَهَا مِنْ عَلَامَاتِ النُّبُوَّةِ وَهِيَ امْتِنَاعُهُ مِنْ الصَّدَقَةِ ، وَأَكْلُهُ لِلْهَدِيَّةِ وَخَاتَمُ النُّبُوَّةِ وَإِنَّمَا رَأَى خَاتَمَ النُّبُوَّةِ بَعْدَ قَبُولِ

“Di dalam hadits tersebut mengandung pengertian kebolehan menerima hadiah dari orang kafir. Sebab, Salman al-Farisi ketika memberikan hadiah kepada Rasulullah saw belum masuk Islam. Ia masuk Islam setelah mengentahui tiga tanda kenabian yaitu penolakan Rasulullah saw terhadap shadaqah (zakat), memakan hadiah, dan khatam an-nubuwwah. Hanya saja Salman al-Farisi ra melihat khatam an-nubuwwah setelah Rasulullah saw menerima hadiahnya”. (Zainuddin al-‘Iraqi, Tharh at-Tatsrib fi Syrah at-Taqrib, Bairut-Mu`assah at-Tarikh al-‘Arabi, tt, juz, 4, h. 40).

Penjelasan singkat ini jika ditarik ke dalam kontesk pertanyaan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum menerima THR dari orang non-muslim adalah boleh sebagaimana bolehnya menerima hadiah dari orang non-muslim.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan, semoga bermanfaat. Dan saran kami adalah hargailah pemberian orang lain meski tidak seiman, hormati keyakinan orang lain, balasalah perbuatan baik orang lain dengan kebaikan pula. Karena, tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)        

Sumber: NU Online
(NU Online; Kamis, 24/07/2014 03:01)

Keutamaan!! Dibalik Nama (Desa) Sendang

"Keutamaan!! Dibalik Nama (Desa) Sendang"

Ahlannawawi: Sendang adalah sebuah desa yang berada di Kec Karangampel-Indramayu; lokasinya tidak jauh dari Karangampel. Sementara desa sendang adalah desa pemekaran.

Mengenai "asal usul penamaan" desa sendang (setelah pemekaran); Kata bapak mukli (warga sendang blok sendang Rt/Rw-07/03): "Seorang tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama (blok dodog) yang memberikan penamaan desa sendang adalah Kiai Syamsuri (alm)."

Bagaimana "keutamaan" dibalik nama sendang itu sendiri? Banyak masyarakat sendang yang menyatakan mengenai hal ini; bahwa, "Nama sendang artinya air (banyu), oleh karena itu desa sendang ini suasananya tentram (adem anyem), sebab air itu memiliki unsur kesejukan. Selain itu, jika dikit dikit ada masalah (antar masyarakatnya) tak lamapun akan rukun kembali." ujar warga sendang

Namun harus kita ketahui secara lebih "mendalam" mengenai artian tersebut. Karena artian itu secara ungkapan singkat "kurang tepat". Sebab dari segi "bahasa, dan Istilah" sendang itu artinya bukan "air" melainkan sebuah nama; "tempat pemandian yang memiliki sumber mata air."

"Sejarah ini harus di ungkapkan! Karena banyak warga sendang yang kurang tahu mengenai asal-usulasa nama ini. Apalagi khususnya warga blok sendangnya sendiri! banyak yang kurang mengenal (asal-usul) nama daerahnya, yang saat ini nama daerahnya tersebut dijadikan nama salah satu desa yang terletak di kec Karangampel-IM. Lalu darimanakah asal-usulnya nama tersebut?"

Dalam hal ini, penulis akan mengungkapkan "keutamaan" dibalik Nama (desa) Sendang sebagai berikut:

Secara Etimologi (asal-usul kata): "Nama Sendang di ambil dari sebuah tempat pemandian di jaman dahulu kala." Sayangnya sebuah "tempat pemandian" tersebut tidak diketahui secara pasti hingga saat ini. Kemungkinan letak tempat pemandian itu tidak begitu jauh dari blok sendang. Karena, daerah/blok yang namanya sendang di desa sendang, lokasinya berada di Rt/06-07 Rw/03. Lalu kenapa nama desa itu dipakai?

Secara Ideologi (arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup): Pemakaian Nama Sendang mempunyai tujuan! "Agar warga (desa) sendang bisa menata kehidupan dengan menjaga kerukunan, dan ketentraman." Kenapa?

Sebenarnya secara bahasa, dan Istilah; Nama sendang itu adalah sebuah nama "tempat pemandian yang memiliki sumber mata air". Bagaimana kegunaan dan fungsi air itu sendiri? Air adalah sumber kehidupan bagi manusia. Sedangkan air bisa digunakan untuk mandi, minum dsb. Sementara air pun dapat memberi kesejukan (adem) bagi tubuh manusia.

Oleh karena itu secara "ideologi" tadi; Nama Sendang itu dipakai, agar warga sendang bisa hidup rukun, tentram, dan damai, yang nantinya  warga yang hidup di daerah tersebut, merasa suasananya sejuk (adem anyem).

Selain itu, Kenapa Nama Sendang dipakai? dikarenakan secara "psikologi (mental; pengaruh perilaku)" sebuah nama sangat berpengaruh bagi sesuatu. Oleh sebab itu (desa sendang) dinamakan sendang; yang diharapkan atau supaya dapat mengarahkan perilaku kehidupan (warga sendang) ke arah kehidupan yang menjaga kerukunan, dan ketentraman; yang nantinya akan tercipta kedamaian, layaknya kesejukan yang terdapat pada air.

Notes: "Inilah pentingnya mempelajari sejarah! Jika seandainya kita meremehkan sejarah, kita tidak akan tahu, apalagi mengenalnya. Padahal mempelajari sejarah akan memberikan sesuatu yang memiliki manfaat. Selain memiliki manfaat, Sejarah juga dapat menguatkan sebuah pondasi bagi kehidupan manusia."

Terimakasih dari kami kepada Kiai Syamsuri (alm), yang telah memilih nama Sendang dari daerah kami, dan menempatkan nama Sendang untuk desa Sendang.

Penulis: Elang

http://ellangbass.blogspot.com/2014/07/keutamaan-dibalik-nama-desa-sendang.html?m=1

Kamis, 24 Juli 2014

Kita dan Perdamaian

Kita dan Perdamaian

Ahlannawawi, Oleh KH Abdurrahman Wahid

Penulis diundang oleh UNESCO ke Paris, pada Mei 2003, untuk menyampaikan pidato pembukaan (keynote address) dalam sebuah konferensi mengenai pemerintahan yang baik (good governance) dan etika dunia (global ethics), yang diadakan antara kaum Budhis dan Muslimin. Konferensi itu dimaksudkan untuk mencari jembatan antara agama Islam, yang mewakili agama-agama Ibrahim dan Budhisme yang mewakili agama-agama di luar tradisi Ibrahim.

Dalam kesempatan itu juga, penulis diminta berbicara mengenai asal-usul (origins) terorisme bersenjata yang sedang melanda dunia saat ini. Diharapkan pidato pembukaan itu akan mewarnai dialog tersebut, yang juga dihadiri oleh delegasi dari Persekutuan Gereja-Gereja Eropa, wakil dari pimpinan agama Yahudi, Gereja Kristen Orthodox Syria, wakil agama Hindu dan sebagainya. Dari kalangan agama Budha sendiri, hadir Dharma Master Hsin-Tao dari Taiwan dan Sulak Sivaraksa dari Thailand, di samping David Chappel dari University of California di Los Angeles.

Pertemuan tersebut adalah yang ketiga kalinya, antara sebagian kaum Budhis dan kaum Muslimin (termasuk dari Tunisia, Maroko, Saudi Arabia, Sudan, Tanzania dan sejumlah pemuka kaum Muslimin lainnya). Pertemuan pertama terjadi tahun lalu di sebuah Hotel di Jakarta, disusul pertemuan di New York dan disudahi dengan pertemuan di Kuala Lumpur (dengan Dr. Chandra Muzaffar sebagai tuan rumah). Dari pertemuan-pertemuan tersebut, diharapkan kelanjutan hubungan antara kaum Muslimin dan Budhis, disamping juga akan dilaksanakannya sebuah konferensi besar antar kepala negara-negara berkembang (developing countries) di Bandung, untuk merayakan 50 tahun konferensi Asia-Afrika pertama —Bandung I— pada tahun 2005 kelak. Agenda-agenda Konferensi Bandung II harus ditetapkan tahun ini, untuk mempersiapkan peringatan itu sendiri di Jawa Barat pada waktunya nanti. Hal ini diperlukan, guna mencari alternatif bagi dominasi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dalam dunia internasional (seperti terbukti dari serangan-serangan atas Afghanistan dan Irak), tanpa harus berkonfrontasi dengan negara adi kuasa tersebut.

Timbulnya sikap menolak dengan cara konfrontatif itu, karena tidak dipikirkan dengan mendalam dan jika hanya dilakukan oleh sebuah negara saja. Terbukti dengan adanya rencana “politik luar negeri” Indonesia yang konyol –seperti keputusan untuk (pada akhir tahun 2003 ini) keluar dari keanggotaan Dana Moneter Internasional (International Monetary Funds). Pada saat menjadi Presiden, penulis bertanya pada seorang ekonom raksasa dari MIT (Massachusset Institute of Technology), Paul Krugman. Ia menjawab, sebaiknya Indonesia jangan keluar dari keanggotaan badan internasional tersebut. Paul Krugman yang juga pengkritik terbesar lembaga itu menyatakan pada penulis, hanya negara dengan birokrasi kecil dan bersih yang dapat keluar dari IMF secara baik, sedangkan birokrasi Indonesia sangatlah besar dan kotor.

***

Dalam pidato pembukaan itu, penulis menyatakan bahwa etika global dan pemerintahan yang baik (good governance) hanya akan ada artinya kalau didasarkan pada dua hal: kedaulatan hukum dan keadilan dalam hubungan internasional. Ini berarti, negara adi-kuasa manapun harus memperhatikan kedua prinsip ini. Karena itu, perjuangan untuk menegakkan kedaulatan hukum dan keadilan dalam hubungan internasional itu harus mendapat perhatian utama. Pidato pembukaan itu, mendapatkan jawaban dan tanggapan sangat positif dari berbagai pihak, termasuk Dharma Master Hsin-Tao (Taiwan) yang mewakili para pengikut agama Budha. Tanggapan yang sama positifnya juga disampaikan oleh Wolfgang Smiths dari Persekutuan Gereja-Gereja Eropa dan Rabbi Alon Goshen Gottstein dari Jerusalem.

Penulis menyatakan pentingnya arti kedaulatan hukum, karena di Indonesia dan umumnya negara-negara berkembang, hal ini masih sangat langka. Justru pada umumnya pemerintahan mereka bersifat korup, mudah sekali melakukan pelanggaran hukum dan di sini konstitusi hampir-hampir diabaikan. Perintah kitab suci al-Qur’ân: “Wahai kaum Muslimin, tegakkanlah keadilan dan jadilah saksi bagi Tuhan, walaupun mengenai diri kalian sendiri” (yâ ayyuhal-ladzîna âmanû kûnû qawwâmîna bil-qisthi syuhadâ’a liLlâhi walau ‘alâ anfusikum) (QS al-Nisa [4]:135), ternyata tidak dipatuhi oleh umat Islam sendiri. Yang lebih senang dengan capaian duniawi yang penuh ketidakadilan, dengan meninggalkan ketentuan-ketentuan yang dirumuskan oleh kitab suci agama mereka sendiri.

Dalam pidato pembukaan tersebut penulis menyatakan, agar keadilan menjadi sifat dari etika global dan pemerintahan yang baik (good governance). Itu didasarkan pada pengamatan bahwa sebuah negara adi-kuasa, seperti Amerika Serikat dapat saja melaksanakan dominasi yang hanya menguntungkan dirinya sendiri dan merugikan kepentingan negara-negara lain. Ini terbukti dari serangannya atas Irak, yang terjadi dengan mengabaikan sikap Dewan Keamanan (DK) PBB.

Penulis berpendapat jika dalam waktu tiga bulan Saddam Hussein tidak dapat ditangkap, maka tentu rakyat AS akan ribut minta tentara mereka ditarik dari Irak. Dan perdamaian di negeri Abu Nawas itu harus ditegakkan melalui perundingan damai. Dengan kata lain, perubahan berbagai sistem (termasuk sistem politik dan pemerintahan) di Irak harus dilakukan tanpa melalui paksaan. Kalau tidak, pemerintah apapun yang akan menggantikan Saddam Hussein akan dianggap sebagai pemerintahan boneka oleh rakyat Irak sendiri. Kenyataan inilah yang harus dipahami oleh semua pihak, termasuk AS. Dengan demikian, apa yang sejak berbulan-bulan ini diusulkan penulis, yaitu perdamaian di Irak harus dikaitkan langsung dengan perdamaian abadi antara Palestina dan Israel, semakin menjadi relevan.

***

Sebagai bagian dari pembentukan etika global dan pemerintahan baik (good governance) itu, tentu diperlukan adanya kampanye besar-besaran untuk membentuk pengertian yang mendalam atas kedua hal tersebut. Di sinilah terletak peranan para agamawan dan moralis dunia, dengan didukung oleh lembaga-lembaga internasional seperti UNESCO. Karena itu tindakan sendiri-sendiri dalam pembentukan pendapat dunia, mengenai etika global dan pemerintahan baik itu, tidak dapat dibenarkan karena diragukan keberhasilannya. Harus ada dialog terus-menerus antara berbagai kalangan bangsa, terutama antara para teoritisi dan para penerap nilai-nilai di lapangan. Di sinilah terasa betapa pentingnya arti dialog seperti yang telah diselenggarakan oleh UNESCO di Paris itu. Minimal, bagi berbagai pihak di luar lingkup negara, dapat melakukan pembicaraan mengenai nilai-nilai global yang ingin kita tegakkan dalam pergaulan internasional. Dengan pertemuan antar berbagai agama tadi, masingmasing pihak akan saling belajar dan menimba sumber-sumber spiritual, dalam membentuk pandangan hidup di masa depan.

Kesadaran seperti ini, mulai muncul akibat merajalelanya sinisme yang dibawa oleh “pertimbangan-pertimbangan politik global” (global political considerations) dan akhirnya menjadi satu- satunya alat pertimbangan. Pertimbangan itu —dalam kerangka kajian strategis disebut sebagai “geopolitical considerations”—, hanya melahirkan kepentingan antara negara-negara adi-kuasa (super-powers) saja, akibatnya tentu akan melumpuhkan negara-negara yang bukan adi-kuasa. Apalagi setelah Uni- Soviet berantakan, maka hanya tinggal sebuah negara adi-kuasa yang memaksakan kehendak dan menginjak-injak hukum internasional untuk kepentingannya sendiri. Contohnya adalah penyerbuan AS atas Irak, dengan mengesampingkan peranan PBB melalui Dewan Keamanan.

Di masa depan, tentu saja hal ini akan membawakan reaksi berupa sederet tuntutan dari negara-negara berkembang akan sebuah tatanan yang lebih berimbang secara internasional, antara negara industri maju (developed countries) dengan negara berkembang (developing countries). Dalam penyusunan tatanan baru seperti itu, tentu saja etika global dan pemerintahan yang baik harus memperoleh perhatian khusus, baik untuk acuan kerangka baru yang hendak didirikan maupun untuk mengendalikan perubahan perubahan yang bakal terjadi.

Karena itu dialog terus-menerus akan kedua hal itu harus dilakukan, termasuk pertukaran pikiran mengenai peranan spiritualitas manusia. Dialog antara para pemeluk berbagai agama, seperti yang diselenggarakan di Paris tersebut, tentulah sangat menarik bagi kita. Pemaparan pengalaman pribadi dan pikiran dari para pemimpin agama, seperti Dharma Master Hsin Tao dari Taiwan, tentu saja harus menjadi bagian integral dari dialog semacam itu.

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute). Tulisan ini pernah dimuat di Kedaulatan Rakyat, 23 Mei 2003.

Sumber: NU Online
(Rabu, 16/07/2014 09:11)

Chords, lirik Yunita Ababiel: "Pertengkaran"

Yunita Ababiel: "Pertengkaran"
Syair, dan Chords

Ahlannawawi, "Dangdut go Internasional"

Solo:
Dm......................C...............Dm..
Mengapa pertengkaran antara kita
..........Am....
selalu terjadi..

int : Dm..Bb..C..Dm
Dm Am Bb F
Gm C Bb C Dm
Bb Am Bb F
Gm Am Bb Dm..

(*)
Dm.......................C.............Dm...
Mengapa…pertengkaran antara kita
...........Am......
selalu terjadi..
Dm.............C............Dm........
setiap kali rasa cemburu datang
.......Am....
jadi pemicu..

(**)
Gm................Dm....
..mengapa tak pernah..
Gm..................Dm...
…kau mengerti diriku..
Gm.................Dm........C........
…yang selama ini menyayangi..
Bb...............Dm
setulus…hati ini

Dm....................C...
Mengapa pertengkaran... selalu
..Dm..
Terjadi..

Music : F…F#.Gm…C
F…F#.Gm….C Bb Dm..
Suling : Dm Bb C Dm

[Reff:]

Dm.....................D...............Gm...
…sampai saat ini……aku tak mengerti
................C......................Dm..
apakah salahku..coba katakan..

Suling: Dm Gm Bb C Dm

Dm...................D................Gm...
..dalam hati ini…..tak pernah ada..
................C.........................Dm..
hasrat dihatiku..untuk yang lain..
.....................Gm...................Dm
kalaupun berpisah..aku tak kuasa
..................Bb........Gm..A7....
keutuhan cinta……aa….aa…itu yang
........Dm...
kudamba..

music : Dm…Gm.C..Bb.Dm
F…F-F#-Gm
Gm…C.Bb.Dm
Suling : Dm Bb C Dm
kembali ke : Reff, (*), (**)

[Reff:]

Dm.....................D...............Gm...
…sampai saat ini……aku tak mengerti
................C......................Dm..
apakah salahku..coba katakan..

Suling: Dm Gm Bb C Dm

Dm...................D................Gm...
..dalam hati ini…..tak pernah ada..
................C.........................Dm..
hasrat dihatiku..untuk yang lain..
.....................Gm...................Dm
kalaupun berpisah..aku tak kuasa
..................Bb........Gm..A7....
keutuhan cinta……aa….aa…itu yang
........Dm...
kudamba..

(*)
Dm.......................C.............Dm...
Mengapa…pertengkaran antara kita
...........Am......
selalu terjadi..
Dm.............C............Dm........
setiap kali rasa cemburu datang
.......Am....
jadi pemicu..

(**)
Gm................Dm....
..mengapa tak pernah..
Gm..................Dm...
…kau mengerti diriku..
Gm.................Dm........C........
…yang selama ini menyayangi..
Bb...............Dm
setulus…hati ini

[Ending :]

Dm....................C...
Mengapa pertengkaran... selalu
..Dm..
Terjadi..

Apresiasi: "Musik dangdut adalah genre musik asli Indonesia; sekarang tidak hanya diminati oleh penduduk pelosok, bahkan sampai ke kota-kota besar. Jika dangdut semakin berkembang ia akan membawa dan membesarkan nama Bangsa Indonesia"

Penulis: Elang

Skenario Yang Di Buat Tuhan adalah Hal Yang Luar Biasa

Skenario Yang Di Buat Tuhan adalah Hal Yang Luar Biasa

Ahlannawawi; Subhanallah! Mengenai "konflik" Pemerintah Palestina, dan Israel, yang sekarang sedang berlangsung, ada hikmahnya (bagi rakyat Indonesia) dibalik konflik tersebut.

Sebelum adanya "konflik" Pemerintah Palestina, dan Israel, keadaan yang di alami Warga Negara Indonesia adalah saling mengklaim "hasil survei" di pemilu kemarin (9/7/14).

Namun keadaan tersebut begitu cepatnya berubah, setelah adanya "konflik" antara ke dua negara; "Palestina, dan Israel."

Sekarang keadaan rakyat di Indonesia menjadi dingin mengenai hasil survei. Karena Rakyat Indonesia (sekarang) sedang berusaha untuk membantu konflik Pemerintah Palestina, dan Israel. Begitupun Bangsa Bangsa di seluruh dunia.

Sedemikian banyaknya Rakyat Indonesia untuk membantu; menyumbangkan "materi, pikiran, dan tenaganya, dan berusaha untuk memperdamaikan ke dua negara tersebut."

Selain itu, "Rakyat di Indonesia" khususnya agama Islam, merasa diwajibkan untuk mendoakan warga Palestina. Sebagian orang ada yang berdoa mengenai Keselamatan warga Palestina, dan sebagiannya ada yang berdoa mengenai perdamaian Palestina, dan Israel. Begitupun agama yang lainnya yang ada di seluruh dunia.

Semoga seluruh orang yang berdoa, dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan semoga yang di usahakan oleh orang dapat berguna untuk kedua negara tersebut. Amiin

Percayalah: "Bahwa Allah tidak tidur, dan Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, dan Maha Mendengar."

Ingatlah: "Manusia diwajibkan untuk berusaha, dan Selebihnya hanya Allah yang menentukannya, dan sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa diatas segala-galanya.

Renungilah: "Kekerasan tidak mesti di balas dengan tindakan yang keras, selagi tindakan yang lebih lembut masih dapat kita gunakan." Allahu Akbar!

Mari Seruhkan! pengumuman kepada seluruh umat di setiap tempat, untuk mendoakan saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Karena Do'a bisa kita jadikan senjata yang sifatnya lembut. Allaahumma Amiin Ya Robbal Alamiin

Percayalah: "Dengan Do'a Do'a yang kita panjatkan juga dapat membantu bagi saudara-saudara kita yang ada di Palestina." Amiin

Seruhkan juga disetiap tempat: "Wahai Wali-Wali Allah, kami bertawasul kepadamu, dengan berharap selesainya konflik bagi negara Palestina, dan Israel."

Karena konon: dikatakan Al-Habib Luthfi bin Ali Yahya: bahwa, "Wali-Wali Allah yang ada di Indonesia jumlahnya terbanyak ke dua didunia; setelah Hadramaut-Yaman (Timur-Tengah)."

Perlu di ingat pula: "Bahwa yang benar pasti menang, dan yakinlah bahwa Allah tidak akan membebani penderitaan hambah-Nya."

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah
La Illaha Ilallaah Muhammad Rasulallah

Penulis: Elang

Jampi Jampi Rombongan Dukun untuk Israel, dan Seorang Ustad!!!

Jampi Jampi Rombongan Dukun untuk Israel, dan Seorang Ustad!!!

Ahlannawawi, Di sela-sela acara perkumpulan dukun Se-Indonesia; ada seorang ustad yang penasaran dengan acara yang di gelar golongan dukun itu. :-)

Seorang ustad menghampiri tempat perkumpulan tersebut: kemudian ustad tadi menggeleng geleng kepalanya sambil nyebut: "Masya Allah!!!"

Ternyata perkumpulan dukun tersebut adalah ritual "jampi jampi" untuk Israel!!!

Lalu ustad tadi; mencoba mendekatkan diri ke dukun dukun; dihadapan mereka ustad langsung mengucap Sallam: "Asalamu 'alaikum bapak-bapak sekalian? Walaikum salam ustad!

Kata ustad: "Apa yang sedang bapak lakukan? Tanyanya ke salah satu dukun
Begini, ustad! Kami sedang mengadakan acara ritual "jampi-jampi" untuk Israel demi menambah kekuatan bagi Palestina! Jawab dukun dengan wajah yang semangat.
"Memangnya ke ahlian bapak itu apa pak?" Tanya ustad kembali
Si dukun menjawab: "Saya kan bisa menangkal santet pak ustad, dan saya ini paling jagonya!" imbuhnya.
"Lho apa hubungannya dengan Israel dan Palestina pak?" Tanyanya lagi.
"Masa sih sampean ga tahu pak ustad: Bukankah Israel itu sedang nyantetin Palestina dengan peluru, dan roket!" Jawabnya.
"Oh iya yah! Lalu berhasil tidak pak penangkal yang bapak kirim?" Tanya ustad sambil senyum
Dukun: belum pak ustad!

Ustad: "Oyah! kalau keahlian bapak sendiri, apa pak?" Tanya ustad ke dukun yang lain
Dukun: "Saya bisa ngusir setan tad!
Ustad: "Waduh! Bagaimana caranya pak? Tanyanya
Dukun: "Ya dengan setan lagi. Di Indonesia kan banyak setan tad, lagi pula serem, ada gendruwo, ada setan kober, dan sebagainya. Kita bisa manfaatin tuh, untuk dikirim ke israel." terangnya
Ko dikirim ke israel, Gunanya itu untuk apa pak?
Dukun: "Militer Israel kan sedang di pengaruhi golongan setan: Ya, untuk menyerang militer Israel tad. Agar tidak lagi meluncurkan genjatan senjata ke tanah gazah-palestin." imbuhnya
"Lalu berhasil tidak pak usahanya? Tanya ustad kembali
Kami juga ga ngerti tad. Lagi lagi "jampi-jampi" kami tidak berhasil. Jawab perwakilan dukun itu dengan wajah penasaran
Ustad: "Ya, berarti gagal terus son!" candanya ;-)

Kemudian ada salah satu dukun yang ahli menerawang; lalu ia menjelaskan kegagalan jampi-jampi mereka; yang lagi lagi tidak berhasil.

Ia berkata: "Saya tahu ustad sebabnya." Serunya
Kata temannya: Apa tuh? cepat dong sebutin, dari tadi kok gak di omong-omongin.
"Di Israel sana, ada sosok yang aneh-menyeramkan, dan matanya satu, lagi pula poster tubuhnya tinggi besar. Seperti dajjal gitu." jawabnya
Ustad: Wah, itu sih bukan lawan sampean-sampean pak! sahutnya.
Dukun: "Berat dong! Lalu kita kita harus bagaimana pak ustad? tanyanya
Ustad: "Bagaimana kalau ikhtiar aja? Tahlilan yuk Tahlilan!!

Singkat cerita: "Saat pak ustad mengajak Tahlilan!!! Rombongan dukun setuju dengan ajakannya, kemudian Tahlilan itu dipimpin langsung oleh seorang ustad tadi."

Notes: "Cerita ini hanyalah fiktif belaka."

Ilustrasi/Penulis: Elang

Indonesia Dengan Jumlah Populasi Penduduk Terbanyak di Dunia

Indonesia; Negara Dengan Jumlah Penduduk Terbanyak Menduduki Peringkat ke 4

ahlannawawi, Negeri Nusantara adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti yang kita ketahui; Indonesia adalah negara "kepulauan" dari "sabang hingga ke merauke."

Indonesia memiliki 'jumlah' penduduk yang "terbanyak" di dunia; Indonesia masih masuk ke posisi "5 besar" negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Indonesia berada di nomor ke 4 bersaing dengan Brasil di posisi ke-5.

"Indonesia berada di peringkat ke-4 dengan jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa dan disusul Brasil yang mencapai 202,65 juta jiwa."

Dengan jumlah penduduk yang banyak, sehingga Indonesia juga memiliki "Suku Bangsa" yang berbeda-beda. Indonesia terdapat lebih dari 300 "kelompok etnis" atau suku bangsa, tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.

Suku Jawa adalah kelompok "Suku terbesar di Indonesia" dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi. Orang Jawa kebanyakan berkumpul di pulau Jawa, akan tetapi jutaan jiwa telah "bertransmigrasi" dan tersebar ke berbagai 'pulau' di Nusantara, bahkan bermigrasi ke "luar negeri" seperti ke Malaysia dan Suriname.

"Sementara Suku Sunda, suku Melayu, dan suku Madura adalah kelompok terbesar berikutnya di negara ini."

Selain itu, Banyak 'suku-suku' terpencil, terutama di Kalimantan dan Papua, yang memiliki "populasi kecil" hanya beranggotakan ratusan orang. Sebagian besar "Bahasa Daerah" masuk dalam golongan rumpun bahasa Austronesia, meskipun demikian! Sejumlah suku besar  di Papua; tergolong dalam rumpun bahasa Papua atau Melanesia.

Hebatnya!!! Perbedaan tersebut bukanlah dijadikan 'alasan' untuk terpecah belah. Karena itu, Symbol Negara "Bhineka Tunggal Ika" sebagai landasan prinsip Bangsa ini, agar seluruh Rakyat Indonesia tetap bersatu dalam perbedaan.

Indonesia mempunyai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sebagai acuan hidup bersama di Indonesia. Setiap warga Indonesia diwajibkan menjaga "Empat Pilar" Bangsa tersebut. Supaya Rakyat Bangsa Indonesia tidak mudah di 'pengaruhi' oleh "perongrong atau kelompok" yang menginginkan Indonesia terpecah belah.

Penulis: Elang

Senin, 21 Juli 2014

Sosok Seekor Anjing yang Meresahkan Warga!!!

Sosok Seekor Anjing yang Meresahkan Warga!!!

Ahlannawawi, Indramayu: "Di perkampungan; Setiap bayi-bayi yang baru lahir. Biasanya warga berjaga jaga dimalam harinya."

Kini ada sosok yang aneh! yaitu, seekor "anjing" yang berwarna merah kecoklatan; yang telah meresahkan warga desa Sendang. Khususnya di blok sendang (Rt/Rw-07/03) IM.

Kata warga (20/07/14) setempat: "Anak warga yang baru lahir, baik bayi perempuan maupun laki-laki. Biasanya bapak dari bayi tersebut: berusaha menjaga anaknya saat malam tiba. Terkadang ia pun ditemani tetangganya." terangnya

Karena konon; ditakutkan anaknya diambil oleh sosok dedemit yang mencari tumbal. Dikatakan: "Sosok tersebut adalah manusia yang bersekutu dengan setan, demi memperoleh kekayaan. Dan manusia yang telah bersekutu dengan setan. Ia diwajibkan untuk menyetor tumbal dari seorang bayi laki-laki maupun perempuan yang baru lahir."

Apalagi seorang bayi laki-laki!!! Kata warga desa Sendang: "Harus lebih ketat menjaganya." Karena anak laki-laki sangat di butuhkan, dan tepat untuk dijadikan sebagai tumbal." imbuhnya

Begitu pedulinya seorang bapak terhadap anaknya; sampai-sampai ia tak tidur hingga menjelang pagi, agar anaknya tidak kecolongan (kecurian) oleh sosok dedemit yang sangat meresahkan warga tersebut.

Biasanya bapak tidak hanya tak tidur. Karena ia pun harus muter-muter disekeliling rumahnya disetiap waktu yang tertentu. Karena biasanya sosok dedemit itu, kedatangannya tidak dapat dipastikan. Kadang diwaktu jam 12 (malam) mengatas. Kadang juga di waktu maghrib pun datang. Sebab waktu maghrib biasanya suasananya sepi. Begitulah sosok sosok itu memanfaatkan waktu yang sepi-sepi.

Sosok dedemit itu, dijaman sekarang tidak dapat dipastikan wujudnya. Karena sosok itu bisa berubah-ubah. Bukan hanya sosok menyeramkan. Seperti seruwet, kuntilanak; Bahkan sosok itu pun bisa berubah menjadi seekor binatang (tertentu). Kadang sosok itu bisa berwujud seekor "Burung, Anjing, Entog, Kalong, dan Ular." Namun sekarang (menurut warga sendang Rt/07) yang lagi gencar gencarnya adalah sosok yang berwujud seekor anjing yang berbulu merah kecoklatan.

Menurut bapak Rakim atau yang biasa dipanggil mang Kanol (warga desa Sendang blok sendang Rt/Rw-07/03). Beliau menyatakan: "Sosok seekor anjing yang berbulu merah kecoklatan itu, sering muncul; namun sulit untuk ditangkap, dikarenakan larinya cepat! bahkan jejaknya begitu tidak dapat dimengerti. Anehnya lagi, sosok itu tiba-tiba cepat hilang; tak tahu kemana larinya." katanya, dirumah tetangganya (Bapak Damad) pada waktu (01:20) malam minggu (20/07/14) kemarin.

Masya Allah!!! Di akhir zaman ini banyak orang yang berduyun-duyun mencari harta, dan materi, demi kebutuhan hidup, dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan cara yang dilarang agama pun dilanggar. Seperti melakukan "korupsi, merampok, membunuh, mencuri. Ironisnya ada juga manusia yang bersekutu dengan setan, hanya untuk memperoleh kekayaan." Bayangkan saja! Hasil dari cara mencari kebutuhan hidup tadi; yang caranya tidak dibenarkan itu. Nantinya akan mengakibatkan; Rendahnya moralitas! bagi sih pelaku, dan keturunannya kelak. Dikarenakan: "Setiap makanan (negatif) yang masuk ke perut, akan mempengaruhi kepribadian watak seseorang." Karena konon; "Setan masuk kedalam tubuh manusia melalui peredaran darahnya: Maka setiap makanan (negatif) yang masuk ke perut, akan mempermudah setan memasuki tubuh manusia." Otomatis! Hal yang demikian ini, dapat mempengaruhi watak seseorang. Maka, pikirannya pun akan mudah dipengaruhi setan. Naudzubillah!! Wallahu A'lam....

Mari jaga anak-anak penerus Bangsa ini, dari segala sesuatu yang tidak dibenarkan. Biar ia kelak menjadi seorang yang berguna; Bagi, keluarga, masyarakat, dan Bangsanya!!! Amiin

Penulis: Elang

Rabu, 02 Juli 2014

Dua Rukun Puasa

Dua Rukun Puasa

Pada hakikatnya puasa dapat dikategorikan sebagau ibadah yang sederhana. Dikatakan demikian kaena rukun yang harus dipenuhi dalam ibadah ini hanya dua hal; pertama niat dan kedua menghindar dari hal-hal yang membatalkan puasa.Banyak orang beranggapan bahwa niat hanyalah formalitas yang menentukan sah tidaknya sebuah ibadah. Memang anggapan itu ada benarnya, karena memang sah tidaknya sebuah amal tergantung niat. Akan tetapi niat itu tidak sekedar formalitas, karena niatlah yang menentukan arah ibadah kita. Bukankah kalimat lillahi ta’ala, merupakan kode kepasrahan seorang hamba kepada-Nya?

Dalam konteks puasa Ramadhan, niat merupakan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya didalam niat tersebut, contoh; saya berniat untuk melakukan puasa fardlu bulan Ramadhan, atau lengkapnya dalam bahsa Arab, sebagai berikut:

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah s.w.t, semata.

Sedangkan dalil yang menjelaskan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari adalah sabda Nabi Muhammad s.a.w, sebagai berikut:

مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu fajar, maka ia tidak berpuasa. (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i:2293).

Pada hakikatnya niat harus berbarengan dengan pekerjaan pertama dalam sebuah ibadah. Sebagaimana niat wudhu yang harus dibarengkan dengan membasuh muka, niat shalat dibarengakan dengan takbiratul iharam, maka begitu pula puasa seharusnya dibarengkan dengan waktu terbitnya fajar. Namun karena membarengkan niat puasa dengan awal fajar sangatlah susah, maka niat puasa boleh dimulai semenjak malam harinya. Karena jika sampai niat itu baru dinyatakan setelah terbitnya fajar, maka puasa dianggap tidak sah. Kecuali puasa sunnah, maka niat setelah fajar, bahkan di pagi haripun boleh.

Adapun dalil yang menjelaskan waktu mengucapkan niat untuk puasa sunnah, bisa dilakukan setelah terbit fajar, yaitu:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ؟ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ

Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, suatu hari Nabi s.a.w, dating kepadaku dan bertanya, “apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak”. Maka Belaiu bersabda, “hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau dating lagi kepadaku, lalu aku katakana kepadanya, “wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa” lalu Beliau memekannya. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 1952, Abu Daud: 2099, al-Tirmidzi; 666, al-Nasa’i:2283, dan Ahmad:24549).

Adapun rukun yang kedua adalah adalah menahan diri dari segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, dan untuk detailnya apa-apa yang membatalkan puasa akan dijelaskan pada tulisan selanjutnya tentang sesuatu yang membatalkan puasa.

...فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ...

“…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba...(QS. al-Baqarah, 2: 187) (red. Ulil H)

Sumber: http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,11-id,53004-lang,id-c,syariah-t,Dua+Rukun+Puasa-.phpx
(Rabu, 02/07/2014 07:32)

Ulama Terbesar Saudi pun Hormati Gus Dur

Ulama Terbesar Saudi pun Hormati Gus Dur

Jakarta - Ulama yang sangat dihormati di Saudi Arabia, dalam satu negara yang menganut faham Wahabi, Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, yang muridnya tersebar di seluruh dunia, memberi penghormatan pribadi kepada Gus Dur ketika berkunjung ke kediamannya.

Besarnya pengaruh ulama yang mendalami mazhab Maliki ini telah berlangsung sejak dahulu. Lima orang kakek pendahulunya merupakan pemuka mazhab Imam Maliki di Makkah. Raja Saudi Arabia Faishal, tak akan membuat kebijakan terkait dengan Masjidil Haram sebelum berkonsultasi dengannya.

Ia belajar di Al Azhar Mesir dan memperoleh gelar Doktor pada usia 25 tahun, yang merupakan orang Saudi pertama yang mencapai gelar akademik tertinggi pada usia termuda. Sebagai seorang akademisi, ia telah mengarang lebih dari 100 kitab. Muridnya tersebar di seluruh dunia, terutama berasal dari Indonesia, Malaysia, Mesir, Yaman dan Dubai.

Mereka yang belajar di pesantrennya difasilitasi penuh olehnya. Alawi Al Maliki meninggal tahun 2004 dan upacara penguburannya merupakan yang terbesar dalam 100 tahun belakangan. Radio Arab Saudi selama tiga hari penuh hanya memutar al Qur’an untuk menghormatinya.

Ayahnya, Sayid Alwi Al Maliki adalah guru dari pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Dia juga pernah menjadi guru besar di Masjidil Haram pada 1930-an dan 40-an dan merupakan ulama.terbesar pada zamannya. Banyak ulama sepuh dari Nahdlatul Ulama yang menimba ilmu dari Sayid Alwi Al-Maliki yang merupakan ahli hadist.

Penghormatan kepada Gus Dur, yang waktu itu masih menjabat sebagai ketua umum PBNU, oleh orang terhormat ini dituturkan oleh KH Said Aqil Siroj, yang waktu itu menemaninya bersama Ghofar Rahman, sekjen Gus Dur dalam satu kunjungan ke Mekkah. Sebagai ulama terkemuka, Sayyid Maliki selalu dikunjungi oleh tamu dari berbagai negara.

Waktu Gus Dur datang ke kediamannya, di ruang tamu sudah banyak sekali orang yang mengantri. Begitu Gus Dur datang, ia langsung dipersilahkan masuk, bahkan diajak berbincang di kamar tidur pribadinya, bukan di ruang tamu.

Gus Dur dikasih uang, arloji mewah dan barang berharga lainnya sebagai tanda penghormatan. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said mengggambarkan, “Begitu hormatnya mereka berdua. Dan mereka bukan orang sembarangan,” (mkf)

Sumber: http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,27592-lang,id-c,warta-t,Ulama+Terbesar+Saudi+pun+Hormati+Gus+Dur-.phpx
(Rabu, 06/04/2011 12:41)

TARAWEH ITU 20 RAKAAT ATAU 8 RAKAAT?

TARAWEH ITU 20 RAKAAT ATAU 8 RAKAAT?

Ahlannawawi: "Yang mula-mula harus kita ketahui bahwa Shalat Taraweh (Qiyam Ramadhan) adalah shalat sunnah yang sangat dikukuhkan. Dan Rasulullah SAW sendiri memberi contoh, dan menghimbau untuk memperbanyak sholat di malam-malam "Ramadhan."

Dan jangan sampai ada yang berkata bahwa di bulan "Ramadhan" Shalat Rasulullah SAW menurun seperti dugaan sebagian orang yang mengatakan taraweh Nabi hanya "8 rokaat", dan Shalat Witirnya hanya "3 rokaat" saja, dan apa yang dilakukan oleh para sahabat nabi tentang sholat taraweh 20 rokaat adalah sesuai dengan himbauan Nabi SAW.

Sayyidina Umar bin Khaththab, Sayyidina Utsman, dan Sayyidina Ali serta para sahabat yang lainnya tidak ada yang mengingkari satupun. Tidak ada ingkar itu seperti sudah menjadi kesepakatan (Ijma’) para Ulama-Ulama bahwasannya Shalat "Taraweh adalah 20 rokaat."

Maka yang sungguh harus diperhatikan, dan dicermati adalah orang-orang yang dengan sengaja menjauhkan "hamba-hamba Allah" dari memperbanyak "Qiyamul lail" pada bulan 'Ramadhan' khususnya dalam Shalat "Taraweh", yaitu mereka yang beranggapan bahwa Shalat "Taraweh 20 rokaat" adalah "Bid’ah."

Maka dari itu kami menghimbau kepada pengurus Masjid yang di Masjidnya sudah didirikan Shalat "Taraweh 20 rokaat", agar terus dipertahankan, dan jangan sampai berubah, dan jika ada masjid yang sudah berubah menjadi "8 rokaat", (seharusnya) agar segera dikembalikan ke "20 rokaat", demi meningkatkan ibadah kaum 'muslimin' juga dalam rangka (supaya) membiasakan patuh kepada para "ulama", khususnya ulama "4 madzhab", dan lebih khusus lagi "Khulafah Ar Rosyidin."

Dan setelah ini semua, kita tidak usah bingung dengan 'perbedaan' yang terjadi dilapangan, karena yang berbeda dengan pendapat bahwa sholat "taraweh 20" adalah sangat lemah. Akan tetapi ada hal lain yang amat perlu untuk diperhatikan; yaitu kebiasaan terburu-buru dalam melaksana-kan Shalat 'Taraweh' serta berbangga diri, ketika Shalat "Tarawehnya" selesai terlebih dahulu.

Oleh Ustad: Zacky Alhinduan (anggota Tim Dakwah Buya Yahya​​)
Via BBM: 75FC0C66

(Elang)

Negeriku Negerimu Negeri Kita Bersama!

Negeriku Negerimu Negeri Kita Bersama!

Ahlannawawi:~ Apa yang harus mesti diganti dari negeri ini? Bukankah Islam dinegeri kita telah menunjukkan Rahmatan lil 'Alamiin. Salah satu diantaranya; menciptakan moderat, toleran dan menghargai dalam hal perbedaan. Dalam Islam; "umat diwajibkan membeda-beda kan, tetapi akan baik bila menerima perbedaan. Kenapa? Karena perbedaan itu sudah barang tentu mengakui takdir-Nya.

Indonesia adalah negara kesatuan, yang didalamnya memiliki beberapa agama (keberagaman) yaitu; "Islam. Konghucu. Kristen. Budha dan Hindu." Itulah alasannya. Keberagaman itu bukan hanya ada di Indonesia tetapi dinegara lain pun ada. Memang mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam, tetapi kita juga harus memberikan keadilan untuk mereka. Karena mereka juga hidup di Indonesia. Bahkan di negeri kita ini ada juga pahlawan nasional dari tokoh agama lainnya.

Habib Luthfi berpesan: "Jangan pernah meremehkan keutuhan NKRI, wajib hukumnya menjaga, juga memberikan wejangan bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari pengamalan iman." Pesan ini disampaikan beliau dihadapan ribuan pengunjung sebelum memimpin Istighotsah dalam rangka hari ulang tahun Pangdam IV Diponegoro Dewa Ratna ke-63 di Markas Pangdam IV Diponegoro Dewa Ratna Slawi, Jum’at (12/4/13) malam. Istighotsah dan pengajian yang digelar oleh TNI dan pemerintah, merupakan pengejawantahan bahwa cinta NKRI sebagai harga mati dengan sungguh-sungguh, bukan hanya basa-basi.

Negara ini sebenarnya sudah negara Islam. Mengapa demikian? Karena mayoritasnya Islam. Lalu apalagi yang di inginkan?. Bukankah masyarakat Indonesia mayoritas Islam. Perhatikan saja; "Presiden dan Wapres kita muslim, para menteri, pejabat konglomerat, buruh dan pengusahanya kebanyakan muslim. Adakah para pemimpin yang melarang Sholat. Menyiarkan Islam, dan melarang adanya Pesantren?. Adakah dalam UUD-1945 memperbolehkan maksiat, mencuri, pembunuhan, perjinaan dan korupsi?. Adapun bila sebagian orang muslim atau non muslim yang melakukan maksiat, pembunuhan, mencuri dan korupsi itupun juga di beri sangsi hukuman. Bukankah pelarangan hal tersebut juga ada dalam aturan agama.

Di dalam Pancasila: Sila yang  pertama; "Tuhan Yang Maha Esa." Mengapa di letakkan di posisi ke satu? Karena umat Islam meyakini; Tuhan Yang Maha Esa yang sesungguhnya tidak ada duanya. Memang di dalam butirannya ada suatu kalimat; "Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain." Kenapa? Ya karena agama Islam tidak memaksakan umat lain masuk ke dalam Islam. Namun setidaknya ulama kita sudah berusaha berdakwah kepada mereka. Adapun mereka belum juga masuk Islam, itu dikarenakan hidayah-Nya belum menyertainya.

Seumpamanya; "Bila ada sebagian umat islam dan para pemimpin dari golongan muslim, yang dimana ia suka berbuat salah. Persoalannya bukan karena penerapan NKRI. Pancasila dan UUD-1945.  Mengenai hal itu; "Mendirikan negara Islam, dan ini sudah negara yang dikuasai Islam", yang kita perlukan adalah bagaimana cara membinahi masyarakatnya, bukan menggantikan NKRI dengan negara Khilafa. Itu sama saja akan mengancam ke-utuhan NKRI.

Perlu kita ketahui juga; "NKRI ini berdiri bukan karena kepribadian masing-masing atau individu." Bisanya NKRI ini ada karena adanya "persatuan dan kesatuan", yang di tolong para leluhur dan berkat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kemerdekaan Indonesia ini adalah merupakan Rahmat-Nya, bukan rahmat dari Tuhan yang diyakini umat lain. Itupun kalau menurut umat Islam. Adapun bila ada sebagian kelompok yang mengatas namakan Islam, kemudian berusaha untuk memperpecah belah Bangsa ini. Menghilangkan NKRI. Paling tidak, dia harus bener-bener diperiksa otaknya. Sekiranya bisa sedikit tahu perjalanan NKRI ini dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan. Ada peristiwa apa-apa di masa ke masa itu.

NKRI di perjuangkan oleh "tokoh-tokoh Ulama. Nasional dan tokoh Masyarakat serta tokoh pemimpin umat lainnya." Beliau-beliau-lah yang merebut Indonesia ini dari "tangan-tangan para penjajah, bukan dengan rayuan atau kalimat puisi," melainkan dengan perjuangan yang berat. Disamping itu, dengan darah dan nyawa. Disisi lainnya; "Beliau beliau rela, yang meninggalkan keluarganya, anak dan Istrinya demi mengorbankan dirinya untuk Indonesia ini." Sehingga tercetuslah "Kemerdekaan pada 17-agustus-1945." Semenjak sudah merdeka Indonesia pun sewaktu itu masih belum juga aman, karena setelah keluarnya para penjajah dari negeri ini masih ada pemberontakkan-pemberontakan yang dilakukan sebagian kelompok dimasa itu.

Sebagaimana yang dilakukan PKI (Partai Komunis Indonesia) atau dengan julukkan partai terlarang: "Peristiwa ini mulai dinamakan Pemberontakan PKI Madiun. Bersamaan dengan itu terjadi penculikan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Madiun, baik itu tokoh sipil maupun militer di pemerintahan ataupun tokoh-tokoh masyarakat dan agama (khususnya para ulama). Masih ada kontroversi mengenai peristiwa ini. Sejumlah pihak merasa tuduhan bahwa PKI yang mendalangi peristiwa ini sebetulnya adalah rekayasa pemerintah Orde Baru (dan sebagian pelaku Orde Lama)."

Pada bulan Mei 1948 bersama Soeripno, Wakil Indonesia di Praha, Muso, kembali dari Moskwa, Uni Soviet. Tanggal 11 Agustus, Muso tiba di Yogyakarta dan segera menempati kembali posisi di pimpinan Partai Komunis Indonesia. Banyak politisi sosialis dan komandan pasukan bergabung dengan Muso. Antara lain; "Amir Sjarifuddin Harahap, Setyadjit Soegondo dan kelompok diskusi Patuk." Pada era ini aksi saling menculik dan membunuh mulai terjadi, dan masing-masing pihak menyatakan, bahwa pihak lainlah yang memulai: "Banyak reska perwira TNI, perwira polisi, pemimpin agama, pondok pesantren di Madiun dan sekitarnya yang diculik dan dibunuh." Nah! Pertanyaannya: "Maukah kita yang hidup dijaman sekarang ini harus kembali di masa itu? Tentunya tidak."

Oleh karena itu. "Tidaklah NKRI ini digantikan dengan yang lainnya atau negara Khilafa, karena hal itu akan menimbulkan pemecahan. Seharusnya kita bersyukur karena Allah telah memberikan kepercayaan-Nya terhadap kita dengan berdirinya NKRI ini. Ada baiknya kita membenahi Bangsa ini dari Kebodohan, dan mengembangkan Bangsa ini sesuai dengan perkembangan jaman. Lihat saja! negara iran yang mayoritas Islam sudah mampu menciptakan NUKLIR. Negara Jepang sudah canggih dengan alat teknologinya. Padahal di jepang itu minim umat muslimnya, dan masih banyak lagi negara lainnya yang maju."

Kemajuan Indonesia itu, persoalannya bukan hanya bergantung kepada pemimpinnya, bahkan juga bergantung pada rakyatnya. Oleh karenanya; "seharusnya kita memperkokoh bangsa ini agar rakyatnya bisa tetap bersatu. Maju melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik dari yang terbaik." Sebab, Negeri ini adalah negeriku dan juga negerimu dan juga negeri kita semua. "NKRI ini milik kita bersama bukan milik Teroris, bukan milik Khilafa dan sebagainya." Maka seharusnya: "NKRI dipertahankan dan Pemecah Belah di bubarkan, karena akan memprlemah pondasi Bangsa ini."

Ilustrasi/Penulis: Elang

NKRI dipertahankan Pemecah Belah di Bubarkan

NKRI dipertahankan Pemecah Belah di Bubarkan

Ahlannawawi:~ Sebenarnya hukum di Indonesia sesuai dengan aturan agama: Siapa bilang hukum di Indonesia itu tidak sesuai dengan aturan agama? "Bukankah begitu banyak hal hal yang dilarang agama juga dilarang UUD, seperti mencuri, berzina, pembunuhan dan korupsi."

Kelompok yang menginginkan negara Khilafa itu hanyalah pemimpi yang tak pasti. "Lho wong Indonesia niki hasil perjuangan bersama, oleh para ulama dan tokoh agama lainnya, seenaknya aja maen ganti-ganti."

Ada juga sebagian kelompok yang menyatakan: "bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah hukum yang menyesatkan." Ya biarin aja namanya juga orang bodoh, wong sekolahnya sering bolos.

KH Muchit Muzadi; mengaku tidak setuju dengan "keinginan pihak-pihak" yang berwacana memberlakukan syari’at Islam secara formal di Indonesia. Pasalnya; "jika itu dipaksakan justru berpotensi mengancam utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."

Pernyataan beliau sangat bijak: "karena menurutnya, NKRI sudah menjadi wadah yang nyaman bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak agama."

“Makanya, kalau itu (penegakan syariat Islam) dipaksakan, bahaya bagi kehidupan umat beragama dan bangsa,” jelasnya. mengungkapkan hal itu kepada NU Online di sela-sela sebuah acara di Jember, Kamis (15/5/2014).

Oleh karena itu Indonesia tidak perlu diganti dengan Negara Khilafa atau hukumnya diganti dengan syariat Islam. Sebab; "hukum di negara kita sudah memberlakukan ajaran Islam dengan menjadikan aturan." kalau ada kelompok yang memprogandakkannya, maklum saja! Kebiasaannya lauknya oncom sih.

Maka dari itu; "NKRI tetap dipertahankan, karena NKRI bukan negara agama melainkan keberagaman." Indonesia di perjuangkan oleh para ulama & tokoh nasional lainnya, dari tangan penjajah. Sebagaimana: "KH Hasyim Asy’ari (Jombang), KH Bisri Sansuri (Denanyar), KH Wahab Hasbullah (Tambakberas), dan KH Anwar Musyaddad (Garut) dan sebagainya."

Nah! Kalau kelompok yang menginginkan Khilafa atau yang sejenisnya itu ikut andil apa, dalam kemerdekaan NKRI ini? Seharusnya mereka itu perlu belajar sejarah, supaya tahu bahwa "NKRI merdeka bukanlah hadiah dari para penjajah atau sekutunya, melainkan penuh dengan pengorbanan, darah dan nyawa."

Perlu kita ketahui juga; Negara Inggris, Belanda, Portugis dan Jepang, tidak lagi dikhawatirkan. Bahkan sekarang sudah bekerja sama dengan baik. Namun sebagian orang, Israel, Palestina, Iran, dan Arab Saudi sedang menjajah Indonesia, dimodali As "berusaha untuk memperpecah belah negeri ini" berkedok putih, berpakaian gamis, bahkan panjang jenggot dan sorbanya tidak kira kira." itulah ciri ciri, salah satu sekelompok orang dengan gerakan secara sistematis yang akan mengancam kesatuan Bangsa ini.

"Daripada NKRI terpecah belah, lebih baik pemecah belah yang harus di bubarkan. Ya daripada bikin ngrimped. Semisalnya ditaruh didepan nyandung wong kih, Apalagi di taruh di belakang pasti bikin repot."

Ilustrasi/Penulis: Elang

Profesionalisme Pengelolaan Zakat

Profesionalisme Pengelolaan Zakat

Ahlannawawi:~ Oleh KH MA Sahal Mahfudh

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat adalah fardlu 'ain dan kewajiban ta'abbudi. Dalam al-Qur’an perintah zakat sama pentingnya dengan perintah shalat. Namun demikian, kenyataannya rukun Islam yang ketiga itu belum berjalan sesuai dengan harapan. Pengelolaan zakat di masyarakat masih memerlukan bimbingan dari segi syari'ah mau pun perkembangan zaman. Pendekatan kepada masyarakat Islam masih memerlukan tuntunan serta metode yang tepat dan mantap.

Orang yang membayar pajak (muzakki) misalnya, masih melaksanakan kewajibannya secara terpencar. Pembagian zakat pun asih jauh dari memuaskan. Ini perlu penataan dengan cara melembagakan zakat itu sendiri. Penataan ini tidak hanya terbatas dengan pembentukan panitia zakat saja. Lebih dari itu, penataan hendaknya juga menyangkut aspek manajemen modern yang dapat diandalkan, agar zakat menjadi kekuatan yang bermakna.

Penataan itu menyangkut aspek-aspek pendataan, pengumpulan, penyimpanan, pembagian dan yang menyangkut kualitas manusianya. Lebih dari itu, aspek yang berkaitan dengan syari'ah tak bisa kita lupakan. Ini berarti kita memerlukan organisasi yang kuat dan rapih. Menurut 'kitab kuning', barang-barang yang wajib dizakati adalah emas, perak, simpanan, hasil bumi, binatang ternak, barang dagangan, hasil usaha, rikaz dan hasil laut. Mengenai zakat binatang ternak, barang dagangan dan emas perak, hampir tidak ada perbedaan antara para ulama dan imam mazhab. Sedangkan mengenai zakat hasil bumi, ada beberapa perbedaan di antara mazhab empat.

Menurut Imam Abu Hanifah, setiap yang tumbuh di bumi, kecuali kayu, bambu, rumput dan tumbuhtumbuhan yang tidak berbuah, wajib dizakati.
Menurut Imam Malik, semua tumbuhan yang tahan lama dan dibudidayakan manusia wajib dizakati, kecuali buah-buahan yang berbiji seperti buah pir, delima, jambu dan lain-lain.
Menurut Imam Syafi’i setiap tumbuh-tumbuhan makanan yang menguatkan, tahan lama dan dibudidayakan manusia, wajib dizakati.
Menurut Imam Ahmad bin Hanbal, biji-bijian, buah-buahan, rumput yang ditanam wajib dizakati. Begitu pula tumbuhan lain yang mempunyai sifat yang sama dengan tamar, kurma, mismis buah tin dan mengkudu, wajib dizakati.

Sedangkan untuk hasil bumi seperti tembakau dan cengkih, wajib dizakati apabila diperdagangkan. Dengan demikian, ketentuannya sama dengan zakat tijarah (perdagangan), bukan zakat zira’ah (hasil bumi).

Bagaimana dengan gaji dan penghasilan dari profesi? Menurut Imam Syafi’i, tidak wajib dizakati. Sebab kedua hal tersebut tidak memenuhi syarat haul dan nisab. Tetapi bukankah gaji diberikan tiap bulan? Dengan demikian, gaji setahun yang memenuhi nisab itu hanya memnuhi syarat hak, tidak memenuhi syarat milik. Padahal benda yang wajib dizakati harus merupakan hak milik. Gaji maupun upah jasa lainnya, kalaupun dikenakan zakat, adalah zakat mal, jika memang sudah mencapai nisab dan haul.

Penghasilan dari industri juga wajib dizakati. Ini dikiaskan dengan barang dagangan dan hasil usaha. Sebab tidak ada industri yang tidak diperdagangkan. Sedang uang, asal memenuhi nisab dan haul, menurut Imam Maliki, wajib dizakati. Imam Maliki mengkiaskan uang dengan emas.

Ketentuan-ketentuan barang yang wajib dizakati tersebut, menurut hemat saya, relevan dan bisa diterapkan dalam situasi dan kondisi kita.

***

Hampir tidak ada perbedaan pendapat di antara mazhab empat dalam masalah nisab dan haul barang-barang yang wajib dizakati. Misalnya, untuk emas nisabnya 20 dinar dengan zakat 2,5 persen. Begitupun, untuk barang dagangan, bila nilainva mencapai 20 dinar, wajib dizakati 2,5 persen. Emas/perak dan barang dagangan wajib dizakati apabila pemilikannya mencapai 1 tahun (haul).

Untuk hasil bumi tanpa haul. Setiap kali panen harus langsung dizakati. Nisabnya 5 wasak. Tentang binatang ternak, juga sudah ada ketentuannya sendiri.

Dalam masalah nisab dan haul ini, karena ketentuan yang ada sudah demikian rinci, yang perlu kita lakukan adalah mengkonversikannya dengan ketentuanketentuan yang ada di negara kita. Misalnya, satu dinar sama dengan berapa rupiah, satu wasak itu berapa kilogram, dan seterusnya.

Dalam masalah mustahiq (yang berhak menerima zakat juga tidak ada perbedaan pendapat. Sebab mustahiq sudah jelas disebutkan dalam surat al-Taubah ayat 60. Mustahiq adalah faqir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, sabilillah dan ibnu sabil. Para mustahiq tersebut biasa disebut asnaf al-tsamaniyah (delapan kelompok).

Yang masih sering diperdebatkan adalah tentang kategori masing-masing mustahiq, terutama untuk sabilillah..Jumhur ulama berpendapat, sabilillah adalah perang di jalan Allah. Bagian untuk sabilillah diberikan kepada para angkatan perang yang tidak mendapat gaji dari pemerintah. Tetapi menurut Imam Ahmad bin Hanbal, bagian zakat untuk sabilillah bisa ditasharufkan (digunakan) untuk membangun madrasah, masjid, jembatan dan sarana umum lainnya.

Agar zakat berdayaguna dan tepat guna, kita perlu mengambil pengertian “sabilillah" dalam makna yang luas, tidak membatasi pada pengertian berperang saja. Kalau kita sepakat mengambil pengertian yang luas, maka segala hal yang berkaitan dengan maslahat umum termasuk dalam kategori sabilillah.

***

Agar pelaksanaan pengumpulan dan pentasharrufan zakat bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, maka terlebih dahulu harus dilakukan upaya pendataan terhadap muzakki, barang yang wajib dizakati dan mustahiq zakat.

Sering kali keengganan para 'wajib pajak' timbul karena kita main hantam kromo saja. Dengan pendataan yang cermat terhadap muzakki dan harta benda yang dimiliki, diharapkan para wajib zakat tidak enggan lagi meaksanakan kewajibannya. Demikian juga dengan pendataan yang teliti terhadap mustahiq, diharapkan pembagian zakat lebih tepatguna.

Menurut Imam Syafi’i, pengumpulan zakat harus berupa barang yang dizakati itusendiri, kecuali untuk barang dagangan. Artinya, untuk hasil bumi, maka yang ahrus dizakatkan adalah hasil bumi itu sendiri. Pengumpulan zakat tidak bisa diganti dengan uang misalnya, meski senilai barang yang dizakati. Namun untuk barang dagangan, zakat harus berupa uang. Pedagang konveksi misalnya, tidak boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk barang-barang konveksi, seperti baju, celana dan lain sebagainya.

Begitu pula pembagiannya harus berupa barang yang dizakati itu sendiri. Zakat hasil bumi harus dibagi berupa hasil bumi. Zakat hewan ternak harus dibagi berupa hewan ternak. Karena pembagiannya harus berupa barang yang dizakati itu sendiri, maka sudah barang tentu, penyimpanannya juga harus berupa barang itu sendiri.

Ditinjau dari segi teknis, hal itu tidak praktis. Sebab sekarang ini barang sebesar apapun bisa dilipat dan dimasukkan dalam kantong, sebab bisa diwijudkan menjadi lembaran-lembaran uang. Bahkan sekarang uang pun bisa diringkas lagi menjadi cheque (cek). Pengumpulan, penyimpanan dan pembagian yang mensyaratkan barang yang dizakati itu sendiri tidak praktis ditinjau dari segi waktu, tenaga dan tempat yang dibutuhkan untuk keperluan itu.

Tentang petugas pengumpul dan pembagi zakat biasanya disebut ‘amil. Hal ini sesungguhnya salah kaprah. Yang disebut dengan amil, sebgaimana dalam masyarakat kita, sesungguhnya baru panitia zakat. Sedangkan amil seharusnya diangkat oleh pemerintah, yang boleh mengambil bagian zakat. Organisasi sosial keagamaan, atau institusi apapun, tidak berhak membentuk amil zakat.

Menurut ketentuan fiqih, jika pemerintah (imam) mengumpulkan zakat, ia bebas menyerahkan hasil pengumpulan kepada mustahiq dalam bentuk apapun, baik berupa modal mau pun alat-alat kerja.

Pemabagian zakat, menurut Imam Syafi’i, harus di antara delapan asnaf. Tapi menurut qaul yang lain, zakat boleh diberikan kepada mustahiq tertentu saja.

***

Pengelolaan zakat secara profesional memerlukan tenaga yang terampil, menguasi masalah-masalah yang berhubungan dengan zakat, penuh dedikasi, jujur dan amanah. Tidak bisa kita bayangkan bila pengelola zakat tidak menguasai masalah-masalah yang berhubungan dengan zakat, seperti soal muzakki, nisab, haul dan mustahiq zakat. Begitu pula sulit dibayangkan apabila pengelola zakat tidak penuh dedikasi, bekerja lillahi ta’ala. Banyak ekseakan terjadi.

Lebih-lebih bila pengelola zakat tidak jujur dan amanah. Kemungkinan yang akan terjadi adalah zakat tidak sampai kepada mustahiq, dan mungkin pula hanya dipakai untuk kepentingan pribadi saja.

Oleh karena itu, tenaga yang terampil, menguasai masalah-masalah yang berhubungan dengan zakat, jujur dan amanah sangat dibutuhkan dalam sistem pengelolaan zakat yang profesional.

Zakat adalah ibadah sosial yang formal, terikat oleh syarat dan rukun tertentu. Dalam upaya pembentukan dana, sesungguhnya zakat tidak sendirian. Jika keperluannya ialah penyantunan fakir miskin, sesungguhnya fiqih telah menetapkan kewajiban lain atas hartawan muslim untuk menyantuni mereka. Kewajiban ini jika dikembangkan justru merupakan potensi lebih besar ketimbang zakat.

Kewajiban itu adalah memberikan nafaqah (nafkah). Menurut ketentuan fiqih, bila tidak ada baitul mal, maka wajib bagi para hartawan untuk memberi nafkah kepada fakir miskin. Nafaqah berbeda dengan shadaqah, sebab shadaqah adalah ibadah sunnah, sedangkan nafaqah bersifat wajib.

Shadaqah juga bisa dijadikan alternatif pemecahan masalah sosial. Sebab, seperti juga nafaqah, shadaqah tidak terikat ketentuan nisab dan haul, sebagaimana zakat. Orang boleh saja bershadaqah kapan saja dan berapa saja.

Sebagai alternatif, nafaqah dan shadaqah banyak memberikan kemungkinan. Lebih-lebih bila diingat, di negara kita tidak ada baitul mal. Maka nafaqah sebagai ibadah wajib, perlu digalakkan pelaksanaannya. Demikian juga untuk pengembangan dan pembangunan masyarakat kita perlu menghimpun dana melalui shadaqah.

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS). Tulisan ini pernah disampaikan pada Seminar dan Lokokarya Zakat oleh P3M di PKBI, 2 Desember 1986. Judul asli Pengelolaun Zakat Secara Profesional.

Sumber: http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,6-id,53002-lang,id-c,taushiyah-t,Profesionalisme+Pengelolaan+Zakat-.phpx
(Rabu, 02/07/2014 09:02)

Ulama Terbesar Saudi pun Hormati Gus Dur

Ulama Terbesar Saudi pun Hormati Gus Dur

Ahlannawawi, Jakarta - Ulama yang sangat dihormati di Saudi Arabia, dalam satu negara yang menganut faham Wahabi, Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, yang muridnya tersebar di seluruh dunia, memberi penghormatan pribadi kepada Gus Dur ketika berkunjung ke kediamannya.

Besarnya pengaruh ulama yang mendalami mazhab Maliki ini telah berlangsung sejak dahulu. Lima orang kakek pendahulunya merupakan pemuka mazhab Imam Maliki di Makkah. Raja Saudi Arabia Faishal, tak akan membuat kebijakan terkait dengan Masjidil Haram sebelum berkonsultasi dengannya.

Ia belajar di Al Azhar Mesir dan memperoleh gelar Doktor pada usia 25 tahun, yang merupakan orang Saudi pertama yang mencapai gelar akademik tertinggi pada usia termuda. Sebagai seorang akademisi, ia telah mengarang lebih dari 100 kitab. Muridnya tersebar di seluruh dunia, terutama berasal dari Indonesia, Malaysia, Mesir, Yaman dan Dubai.

Mereka yang belajar di pesantrennya difasilitasi penuh olehnya. Alawi Al Maliki meninggal tahun 2004 dan upacara penguburannya merupakan yang terbesar dalam 100 tahun belakangan. Radio Arab Saudi selama tiga hari penuh hanya memutar al Qur’an untuk menghormatinya.

Ayahnya, Sayid Alwi Al Maliki adalah guru dari pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Dia juga pernah menjadi guru besar di Masjidil Haram pada 1930-an dan 40-an dan merupakan ulama.terbesar pada zamannya. Banyak ulama sepuh dari Nahdlatul Ulama yang menimba ilmu dari Sayid Alwi Al-Maliki yang merupakan ahli hadist.

Penghormatan kepada Gus Dur, yang waktu itu masih menjabat sebagai ketua umum PBNU, oleh orang terhormat ini dituturkan oleh KH Said Aqil Siroj, yang waktu itu menemaninya bersama Ghofar Rahman, sekjen Gus Dur dalam satu kunjungan ke Mekkah. Sebagai ulama terkemuka, Sayyid Maliki selalu dikunjungi oleh tamu dari berbagai negara.

Waktu Gus Dur datang ke kediamannya, di ruang tamu sudah banyak sekali orang yang mengantri. Begitu Gus Dur datang, ia langsung dipersilahkan masuk, bahkan diajak berbincang di kamar tidur pribadinya, bukan di ruang tamu.

Gus Dur dikasih uang, arloji mewah dan barang berharga lainnya sebagai tanda penghormatan. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said mengggambarkan, “Begitu hormatnya mereka berdua. Dan mereka bukan orang sembarangan,” (mkf)

Sumber: http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,27592-lang,id-c,warta-t,Ulama+Terbesar+Saudi+pun+Hormati+Gus+Dur-.phpx
(Rabu, 06/04/2011 12:41)

Kisah Dua Pembenci Kualat Sayyidina Abu Bakar

Kisah Dua Pembenci Kualat Sayyidina Abu Bakar

Saat sedang duduk-duduk bersama, Rasulullah SAW dikagetkan dengan hadirnya seorang sahabat yang berlumuran darah pada sebagian kakinya. Spontan Nabi menanyakan penyebab

keadaan yang beliau saksikan.

“Mengapa betismu berdarah?”

“Ya, Rasulullah, baru saja aku melewati anjing milik seorang perempuan munafik. Anjing itu menggigit betisku,” kata sahabat ini.

Rasulullah lantas memintanya beristirahat untuk memulihkan rasa sakit akibat anjing itu. Sejurus kemudian, muncul sahabat lain datang kepada Nabi dengan kondisi yang sama. Betisnya mengalirkan darah. Sahabat yang kedua ini juga menceritakan penyebab serupa atas kondisi yang menimpanya.

“Mari kita pergi menemui anjing itu!” Nabi berencana membunuh anjing buas tersebut agar tidak membahayakan lebih banyak orang lagi. Para sahabat berdiri dengan sebuah pedang di tangan masing-masing.

Ketika berjumpa anjing yang dimaksud, pedang pun terhunus dan siap menebas tubuhnya. Namun, anjing yang hendak menemui ajalnya ini tiba-tiba saja berdiri di hadapan Rasulullah dan berbicara dengan fasih.

“Jangan anda membunuhku. Sesungguhnya aku makhluk yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,” pinta si anjing.

Cerita tentang anjing yang dapat berbicara ini diriwayatkan Anas bin Malik radliyallahu ’anhu sebagaimana diungkapkan dalam kitab Al-Aqthaf ad-Daniyyah fi Îdhahi Mawâ’idhil ‘Ushfûriyyah .

“Mengapa engkau menggigit betis dua laki-laki ini?” tanya Nabi.

“Wahai Rasulullah, aku adalah seekor anjing yang diperintahkan untuk menggigit orang yang menghina Abu Bakar dan Umar.”

Rasulullah pun mengalihkan sasaran bicara kepada kedua sahabatnya, “Apakah kalian berdua mendengar apa yang diucapkananjing?”

Kedua orang yang betisnya berdarah itu mulai menginsafi kesalahannya. Mereka telah melakukan kekeliruan terhadap seorang hamba berjiwa lembut, berjasa besar, dan begitu dicintai Allah dan Rasul-Nya. Mereka lalu berjanji untuk bertobat secara sungguh-sungguh. (Mahbib)

Sumber: http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,52660-lang,id-c,hikmah-t,Kisah+Dua+Pembenci+Kualat+Sayyidina+Abu+Bakar-.phpx
(Sabtu, 14/06/2014 10:13)

Ikuti, Ngaji Online Bersama Gus Mus!

Ikuti, Ngaji Online Bersama Gus Mus!

Jakarta - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Radio NU bulan Ramadhan ini kembali menyiarkan
secara langsung pengajian bersama para kiai NU dari sejumlah daerah. Para peselancar dunia maya dapat menikmati pengajian tersebut dari mana saja dengan mengklik radio.nu.or.id .
Buka link radio: http://m.nu.or.id/radio.nu.or.id

Radio berbasis internet ini memaparkan rangkaian jadwal siaran, antara lain, pengajian bersama Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) dari Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang. Gus Mus mengasuh kitab Riyadlus Shalihin .

“Ngaji bareng Gus Mus disiarkan setiap hari bakda tarawih sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Manajer Radio NU Mustiko Dwipoyono, Selasa (1/7).

Selain beliau, lanjutnya, Radio NU juga menyiarkan secara langsung pengajian dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukoharjo, Situbondo, Jawa Timur, asuhan KH Afifuddin Muhajir. Katib Syuirah PBNU ini mengajar kitab al-Minahus Saniyah setiap bakda shalat Ashar.

Sementara selepas shubuh, pengajian online akan rutin diisi materi dari kitab Risalatul
Mu’awanah yang diampu KH Yusuf Chudlori (Gus Yus) dari Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jateng.

Mustiko menjelaskan, pengajian bersama Gus Mus direncanakan akan berlangsung hingga 22 Ramadhan, KH Afifuddin Muhajir sampai 15 Ramadhan, sementara Gus Yus hingga 20 Ramadhan.

Pengajian Riyadlus Shalihin yang disiarkan radio rintisan NU Online tersebut merupakan salah satu dari empat momen pengajian yang diasuh Gus Mus. Sepanjang bulan suci ini, Gus Mus juga membacakan tiga kitab lainnya yang tak tersiarkan, yakni Burdah Al-Bushiry selepas sembahyang Subuh, Idhatun Nasyi'in sehabis shalat Dhuhur, dan Kimiyaus Sa’adah menjelang berbuka puasa. (Mahbib Khoiron)

Sumber: http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,53000-lang,id-c,nasional-t,Ikuti++Ngaji+Online+Bersama+Gus+Mus+-.phpx
(Selasa, 01/07/2014 17:01)