Senin, 19 Oktober 2015

Ku Tuliskan Cerita



Ku Tuliskan Cerita

Gelap ini
Ku sembunyikan pundaku
Pada telingaku
Yang bertumpukan kotoran
Tanpa ada pertimbangan

Karena..
Dia beranggapan
Anak yang baru lahir
Tidak begitu mahir

Kemudian, karena ku sungkan berkaca-kaca I Ku memilih mengiris-iris bawang merah I Sehingga keluarlah air dari sumbernya

Di saat demikian I Orang-orang di sekitarku malah asyik menggeleng-gelengkan kepalanya I Aku di buatnya penasaran I Ku tarik kembali pundaku dari telingahku..

Ternyata, yang ku dapati adalah, mereka asyik karena mendengarkan musik I Aku pun terkejut olehnya

Aku bertanya: Kenapa musik sedemikian membuat kalian menggelengkan kepala? I Simple jawabannya I Musik obat galau yang di alaminya I Benar juga, segala sesuatu ada obatnya..

Terimakasih, untuk kadonya I Tanpa ragu ku mengucapkannya I Mereka diam sejenak I Lalu berkata: Kado yang mana? I Ku katakan pada mereka I Kado spesial yang kamu tampakkan ..

Aku beralih ke tempat sebelumnya

Tanpa ragu
Ku buka semua pintu tas ku
Yang ku cari adalah heandset
Ku menemukannya
Lalu ku pasang pada telingahku ..

Tapi tiba-tiba lampu hp ku menyala
Ternyata ada sms darimu
Smsnya begitu acu
Aku balas apa adanya
Dia membalas dengan ungkapan marah

Aku mencoba menenangkannya
Malah dia tidak menerima

Aku pun bingung dibuatnya
Seandainya dia tahu
Dia tidak begitu
Tapi, tahu saja tidak cukup
Apabila tanpa penerimaan secara suka rela

Demikian cerita singkatku
Selamat malam.........

Sendang, 15 Oktober 2015

AKU MASIH INGAT!!



                                             AKU MASIH INGAT!!               

Hooo,, Hoooooo
Haaaa.. aaaaaa


Begitulah lantunan yang sering ku lantunkan
Kala rasa sedang berada pada perasaan yang terharu
Mengingat akan kebersamaannya
Kasih sayangnya, cintanya, belas kasihnya
Perhatiannya, lembutnya, manjaannya
Kasarnya, tegasnya, marahnya
Kepeduliannya, terhadap generasinya
Begitu amat mengikis hati, dikala ku mengingatnya




KU MERINDUKANNYA


Aku masih ingat, ingat, ingat
Dimana dia begitu perhatian terhadapku
Perhatian akan kesehatanku
Kiranya nilai sehat begitu penting baginya




Aku masih ingat, ingat, ingat
Dimana dia mengurusku
Dia menyayangiku
Dia mengasihiku
Dia mendidikku, mengajariku
Diwaktu aku masih kecil


Terimakasih Pahlawanku, pahlawan nasionalku
Rajaku, pemimpinku


Hooo,, Hoooo
Haaaa… aaaa


Oh, Raja di atas raja
Kiranya, Engkau menyaksikan
Melihatnya, mengetahuinya
Apa yang telah dia lakukan
Selama ia berjalan, melangkah, berpetualangan
Mengurus kami, dengan penuh cinta


Hoooo, Hooo
Haaa. Aaaaa


Engkau maha pecinta
Jika Engkau mengukur cintanya
Aku yang mengukur cintaMu
Begitu besarnya, rasa cintaMu terhadap kami
Dia memperlakukanku seperti itu
Itu atas izinMu
Dia mencintaiku, dan kami
Itu karena Engkau mencintaiku, dan kami


Hooo.. Hoooo
Haaaa.. aaaaa


Masih dalam cerita
“Aku masih ingat”


Ketika aku menangis
Dia membujuk
Ketika aku meminta
Dia memberi
Ketika aku berharap
Dia menasehati
Ketika aku ngambek
Dia menyabari
Ketika aku berdiri
Dia menyuruhku duduk
Ketika aku duduk
Dia menyurhku berdiri
Ketika aku tidur
Dia membangunkan
Ketika dia membangunkan
Disitu dia mendidikku
Ketika, ketika, ketika
Dia, dia, dia


Hooo. Ooo


Aku tidak bisa mengungkapkan semua ceritanya
Cerita bersamanya, cerita bersamanya
Bersamanya, bersamanya, bersamanya


Oh,, Tuhan
Ketika burung yang terbang
Kami pernah melihatnya bersama
Ketika rumput mulai menghijau
Kami pernah memotongnya bersama
Kami berikan kepada kambing yang lapar
Ketika itik mulai lapar
Kami pernah memberi makan bersama
Ketika ayam bertelor dan mengeram
Kami pernah mengurusnya bersama


Haaa.. aaa


Aku masih ingat!!
Ketika dia pergi
Aku ikut Tuhan..
Dan dia, dia tidak sungkan membawaku
Dengan sepedanya, dengan kakinya
Dengan kekuatanya, tenaganya
Kami pernah bersama-sama
Padahal dia laki-laki tua bangka


Hoooo..ooo


Aku masih ingat!!
Masih sangat ingat, dan ingat, ingat
Dia lelaki tua bangka, tua bangka
Tapi dia begitu kuat
Menafkahi kami
Begitu sabar
Mengajari kami
Begitu cinta
Mendidik kami
Begitu sayang
Mengasuh kami


Haaa. aaaaa


Perhatiannya adalah sayangnya
Kepeduliannya adalah cintanya
Keprihatinannya adalah belas kasihnya
Begitu sabarnya dia


Hoooo,,, Hooo


Tuhan, Tuhan, Tuhan
Jangan berikan dia api
Karena api begitu panas baginya
Jangan berikan dia siksaan
Karena dia hanya seorang lelaki tua bangka
Tua bangka, tua bangka, tua bangka
Yang lemah
Jika dibandingkan dengan kekuatanMu


Haaaa... aaaaaaa


Dia bukan ahli syurga
Dia orang yang lemah
Jika Kau jebloskan dia di penjaraanMu


Hoooo.. ooo
Haaa.. aaaa


Jika Engkau menghitung-hitung dosanya
Aku yang menghitung-hitung
Betapa besarnya pengampunanMu
Jika Engkau menghitung-hitung amalnya
Aku yang akan menghitung-hitung
Betapa besarnya kebijaksanaanMu
Jika Engkau menghitung-hitung
Keburukannya, kesalahannya, kekurang ajarannya
Aku yang menghitung-hitung
Betapa besarnya, kemurahanMu
PenyayangMu, kepedulianMu


Marahnya atas dasar kesalahanku
Adalah kemurkaanMu terhadapku
Tegurannya atas dasar kurang ajarku
Adalah kepedulianMu terhadapku
Perhatiannya terhadapku
Atas dasar perhatianMu terhadapku
Dan “segala sesuatu” yang dia lakukan terhadapku
Merupakan izinMu, izinMu, izinMu


Hooo, Hooo
Haaa.. aaaaaaaaa


Aku masih ingat!!
Disaat ku sakit
Dia membawaku ke laut
Mencari obat untukku


Yaa Tuhan
Dia lakukan dengan sepedanya
Dengan kakinya yang rapuh
Pulang pergi demi aku yang brengsek ini
Yang kurang ajar terhadapnya
Yang mengolok-oloknya
Karena tua bangkanya
Tetapi, dia selalu
Memberi kebutuhan apa yang aku butuhkan


Hooo,, Hoooo
Haaaa.. aaaaaaa


Aku Masih Ingat!!


Dia selalu ada
Ketika aku tengah lapar
Dia selalu ada
Ketika aku tengah sakit
Dia selalu ada
Ketika aku merengek-rengek


Kala itu Tidak ada tangan kanan maupun tangan kiri disekelilingku
Tetapi, dia perwakilanMu
Yang menjadi tangan kanan dan tangan kiriku


Apalah jikalau tidak ada dia
Aku mungkin sudah mati kelaparan
Kurang belas kasih sayang
Kurang ajaran, kurang didikan, dan sebagainya
Berbagai kekuranganku itu
Dia yang mengisihnya
Bukankah itu semua adalah rahmat dariMu bagiku


Hooo.. Hoooo
Haaa. Aaaa


Semoga Engaku selalu merahmatinya
Tua bangka yang lemah
Tua bangka yang hina
Tua bangka yang berdosa
Kiranya, perlakuannya terhadapku, dan kami
Adalah bekal-nya yang indah disana


Amiiinn,, aminn,, aminnn


Sendang, Rabu - 19 Oktober 2015