Tampilkan postingan dengan label elang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Gus Dur Miliki Ilmu Ladunni

Gus Dur Miliki Ilmu Ladunni

Ilmu ladunni adalah ilmu yang langsung diperoleh dari Allah, bisa berupa ilham sehingga jika seseorang memiliki ilmu ini, ia tak perlu belajar karena Allah telah memberikan pengetahuan secara langsung kepada orang yang hatinya bersih karena jiwa yang bersih dapat berkomunikasi langsung dengan sumber ilmu, yaitu Allah.

Istilah ilmu ladunni berasal dari sebuah ayat Qur’an, diambil dari kalimat 'minladunna ilman', ... ilmu yang berasal dari sisi Kami (Allah) tercantum dalam QS. Al Kahfi : 65

"..lalu mereka bertemu dengan seorang hamba diantara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami".

Ayat ini menceritakan kisah pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam sebuah perjalanan dan Khidir menunjukkan sejumlah rahasia dan hikmah dibalik sebuah peristiwa yang tidak diketahui oleh Musa.

Jika seorang mukmin telah diberi ilmu ini, maka ia dapat mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi, baik pada masa sekarang atau yang akan datang, dengan firasat tajam yang dimilikinya.

Sebagian kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama percaya bahwa Gus Dur merupakan orang yang diberi keberkahan oleh Allah dengan ilmu ladunni sehingga bisa memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas tanpa susah-susah belajar atau mampu meramalkan masa depan.

Keyakinan para kiai akan ilmu ladunni Gus Dur ini diungkapkan oleh mantan ketua PBNU H Mustofa Zuhad Mughni karena Gus Dur memiliki keikhlasan yang luar biasa dan tidak menjalankan maksiat.

Akan kemampuan otak Gus Dur, ia sering membuktikan sendiri. seringkali sehabis pulang dari luar negeri, Gus Dur membawa buku-buku baru, yang masih terbungkus rapi. Kemudian, buku tersebut diserahkan kepadanya untuk dibaca. Seminggu kemudian, ia mengembalikan buku tersebut, dan hanya dengan melihat daftar isi, referensi dan kesimpulan, Gus Dur sudah mampu mengajak diskusi isi buku tersebut.

“Gus Dur sudah paham isinya semua, padahal kita harus baca penuh,” katanya.

Menurutnya, kamampuan ilmu Gus Dur ini lebih dari jenius karena gabungan dari daya ingat yang kuat dan analis tajam. “Bacaannya banyak, ingatannya juga kuat,”

Salah satu bukti kuatnya ingatan Gus Dur adalah ia mampu mengingat lebih dari 2000 nomor telepon. Saat sekretaris pribadinya masih mencari sebuah nomor telepon di buku catatan, Gus Dur dengan enteng langsung menyebutkan nomornya. Daya ingat Gus Dur ini mulai menurun ketika kapalanya harus di opeasi akibat stroke.

Mustofa Zuhad juga menuturkan, dalam pertemuannya dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia tahun 1991, sayangnya ia lupa namanya. Sang Dubes berpendapat orang yang memiliki kelemahan fisik di inderanya, maka ia memiliki kelebihan di tempat lain. Indra penglihatan Gus Dur sejak lama sudah lemah, dengan ukuran minus 23.

“Ingatannya sangat kuat, joke-joke sudah seperti kamus aja,” ujarnya. (mkf)

Dikutip: NU ONLINE
Terbitan: (Jumat, 11/03/2011 11:33)

Tuan Guru Turmudzi Uji Kewalian Gus Dur

Tuan Guru Turmudzi Uji Kewalian Gus Dur

Ulama terkemuka dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Turmudzi Badruddin merupakan sahabat Gus Dur, dan orang yang sangat mempercayai kewalian Gus Dur, bahkan, ia sempat menguji, apakah Gus Dur termasuk wali atau bukan.

Bagaimana ia menguji kewalian Gus Dur? Kisahnya bermula ketika Gus Dur meninggal dunia. Berita meninggalnya Gus Dur sekitar pukul 7 malam 30 Desember 2011 itu dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru dunia dan seluruh masyarakat pun terkejut akan kejadian tersebut. />
Ia bersama dengan rombongan malam itu pun langsung mencari tiket untuk penerbangan esok hari ke Surabaya untuk mengikuti pemakaman Gus Dur di Jombang. Kebetulan sekali, tibanya pesawat jenazah Gus Dur dari Jakarta dan penerbangan dari NTB hampir berbarengan.

Dengan pengawalan, jenazah Gus Dur bisa melaju cepat dari Surabaya ke Jombang, sementara ia mengikuti dari belakang rombongan tersebut.

Sayangnya, begitu memasuki Jombang mobil rombongan yang ditumpangi ketinggalan jauh dari mobil jenazah Gus Dur karena tumpah ruahnya para peziarah yang memasuki Jombang.

Kemacetan pun sangat parah, mobil-mobil semuanya menuju pesantren Tebuireng, untuk mengikuti prosesi pemakaman. Karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa, ia pun mengajak teman-temannya berdoa.

“Mari kita baca surat Alfatihah, jika Gus Dur benar-benar wali, maka kita akan diberi kemudahan,” katanya ketika berbincang dengan NU Online disela-sela rapat pleno PBNU di kompleks pesantren Krapyak Yogyakarta.

Tiba-tiba saja, terdapat motor pengawalan (forider), yang memintanya untuk cepat-cepat bergerak sehingga ia dengan lancar dapat memasuki kompleks pesantren dengan gampang dan setelah itu, motor pengawal tersebut pun menghilang. (mkf)

Dikutip: NU ONLINE
Terbitan: (Jumat, 01/04/2011 08:49)

Minggu, 30 Maret 2014

Elang Bass

Waktu akan terasa ringan dilewati, bersamanya dengan rasa cinta walau terlihat berat sesuatu yg dikerjakan.. http://t.co/gNOhtaRp4f -- Elang Ahlan Nawawi (@AhlanNawawi)