Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 April 2014

Al Kisah Mbah Kholil, Orang Arab, dan Macan Tutul

Al Kisah Mbah Kholil, Orang Arab, dan Macan Tutul

Alkisah, seseorang berkebangsaan Arab berkunjung ke Pesantren Kedemangan, Bangkalan, Jawa Timur. Masyarakat Madura menyebutnya habib. Kala itu, Syaikhona KH Muhammad Kholil sedang memimpin jamaah sembahyang maghrib bersama para santrinya.
Usai menunaikan shalat, Mbah Kholil pun menemui para tamunya, termasuk orang Arab ini. Dalam pembicaraan, tamu barunya ini menyampaikan sebuah teguran, “Tuan, bacaan al-Fatihah Antum (Anda) kurang fasih.” Rupanya, sebagai orang Arab, ia merasa berwenang mengoreksi bacaan shalat Mbah Kholil.

Setelah berbasa-basi sejenak, Mbah Kholil mempersilakan tamu Arab itu mengambil wudhu untuk melaksanakan sembahyang maghrib. “Silakan ambil wudhu di sana,” ucapnya sambil menunjuk arah tempat wudhu di sebelah masjid.

Baru saja selesai wudhu, si orang Arab tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya seekor macan tutul. Dengan bahasa Arab yang fasih, ia berteriak dengan maksud mengusir si macan. Kefasihan bahasa Arabnya tak memberi pengaruh apa-apa. Binatang buas itu justru kian mendekat.

Mendengar keributan di area tempat wudhu, Mbah Kholil datang menghampiri. Mbah Kholil paham, macan tutul itu lah sumber kegaduhan. Kiai keramat ini pun melontarkan sepatah dua patah kata kepada macan. Meski tak sefasih tamu Arabnya, anehnya, sang macan langsung bergegas pergi.

Orang Arab itu akhirnya mafhum, kiai penghafal al-Qur’an yang menguasai qiraat sab’ah (tujuh cara membaca al-Qur’an) ini sedang memberi pelajaran berharga untuk dirinya. Nilai ungkapan seseorang bukan terletak sebatas pada kefasihan kata-kata, melainkan sejauh mana penghayatan atas maknanya.

Mahbib Khoiron
Sumber: wiki.aswajanu.com

Dikutip NU Online
Terbitan (Jumat, 03/05/2013 14:01)

Dikutip: Muslimmedianews
By http://m.facebook.com/elang

Simak http://ellangbassasnawawi.blogspot.com
http://sendang-karangampel.blogspot.com
https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah
https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia
https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Muslimat Jombang Bekali Juru Dakwah Materi Aswaja

Muslimat Jombang Bekali Juru Dakwah Materi Aswaja

Jombang ~ Merespon tantangan pendangkalan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang terjadi di beberapa wilayah, Pimpina PC Muslimat NU Jombang membekali para daiyah atau penceramah perempuan dengan materi keaswajaan.

Seperti yang rutin dilaksanakan pada Sabtu Pon, sejumlah penceramah ini dihadirkan di Kantor PC Muslimat NU Jombang Jalan Juanda untuk menerima materi tersebut. "Kegiatan ini rutin kami selenggarakan setiap Sabtu Pon," kata Hj Aisyah Muhammad kepada NU Online (26/4/2014).

Ketua PC Muslimat NU Jombang ini menandaskan bahwa para peserta kegiatan adalah sejumlah penceramah perempuan yang biasa mengisi pengajian umum maupun yang memiliki jamaah di masing-masing wilayah.
"Target kami adalah memberikan mereka wawasan dan pendalaman materi yang berhubungan dengan Aswaja ala Nahdlatul Ulama," kata Bu Is, sapaan akrabnya.

Para peserta dari kepengurusan ranting dan Pimpinan Anak Cabang diberikan kesempatan menceritakan pengalaman mereka saat menyampaikan materi keagamaan. "Dari penjelasan mereka akan diketahui bagaimana kesulitan dan tantangan yang dihadapi pada daiyah dalam menyampaikan sejumlah pesan keagamaan," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

Pemateri kegiatan rutin ini adalah KH Abdul Choliq Hasan yang juga Katib Syriah PCNU Jombang. Dipilihnya Gus Choliq tentunya banyak pertimbangan. "Yang pasti Gus Choliq sangat menguasai materi keaswajaan," kata Bu Is. Pertimbangan lain adalah lantaran yang bersangkutan bisa menjelaskan materi Aswaja yang dianggap sulit menjadi lebih gamblang, lanjut Bu Is.

Sebagai upaya memberikan pelayanan terhadap kebutuhan dakwah di sejumlah daerah, maka kegiatan ini akan terus dipertahankan. "Manfaatnya sangat terasa baik bagi para daiyah dan jamaah di beberapa daerah, khususnya kawasan pedalaman," terang Bu Is.

Pada saat yang sama, para penceramah perempuan ini diberikan informasi terbaru soal kebijakan dan program PC Muslimat NU Jombang yang harus diketahui dan diikuti warga di tingkat kecamatan hingga desa. "Manfaatnya bisa dobel, yakni untuk dakwah dan organisasi," ungkap Bu Is.

Sehingga, tambah dia, sangat beralasan kalau kemudian banyak program PC Muslimat NU Jombang yang diikuti warga di tingkat bawah. (Syaifullah/Abdullah Alawi)
Sumber : nu.or.id

Dikutip: Muslimmedianews
By http://m.facebook.com/elang

Simak http://ellangbassasnawawi.blogspot.com
http://sendang-karangampel.blogspot.com
https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah
https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia
https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Kebenaran daripada tidak Mau Berusaha

Kebenaran daripada tidak Mau Berusaha
Oleh Elang

Dialog Antar Manusia

A* Apa yang menyebabkan kamu tidak dapat menikmati indahnya dunia ini? B* Mataku memang dapat melihatnya namun hatiku tertutup oleh karat! A* Lantas kenapa kau tidak mengusap karat itu? B* Saya tidak tahu! A* Kamu Bukan tidak tahu tetapi kamu tidak menyadarinya. Cobalah perhatikan bila ada seorang yang sedang ingin memakan duren. Menurutmu bagaimana jika ia hanya diam dan enggan mencari duren itu? B*  Ya tentu ia tidak akan dapat memakan duren itu, karena dia enggan berusaha! A*  Begitulah apa yang kini engkau alami, Jika kamu enggan berusaha mengusap karat yang ada di hatimu. tentulah kamu, layaknya seperti seorang yang menginginkan duren tadi!

Penulis (Elang)

By http://m.facebook.com/elang

Simak http://ellangbassasnawawi.blogspot.com
http://sendang-karangampel.blogspot.com
https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah
https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia
https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Anggota Paskhas TNI AU tewas ditembak Brimob

Anggota Paskhas TNI AU tewas ditembak Brimob

Anggota Paskhas TNI AU tewas
ditembak Brimob
Ilustrasi (dok:Sindonews)
ukuran font : kecil | normal | besar | sangat besar
Sindonews.com - Kasus penembakan anggota TNI AU
dari Bataliyon Ko Sarotama 468 Paskhas asal Jawa
(Cirebon) Pratu Wardeni, di pasar malam, tempat
perjudian bola guling, Jalan Bosnik Raya Biak Numfor,
Papua, terungkap.
Pratu Wardeni ternyata ditembak oleh oknum anggota
Brimob Briptu AS. Sebelum peristiwa itu terjadi, ternyata
antara korban dan pelaku diketahui sudah terlibat
perselisihan, hingga adu fisik.
"Anggota TNI AU Pratu W meninggal dunia terkena
tembakan dan anggota Brimob Briptu AS terluka di
kepala dan tangan, terkena alat tajam," ujar Kabid
Humas Polda Papua Kombes Polisi Sulistyo Pudjo,
kepada wartawan, Minggu (27/4/2014).
Ditambahkan dia, pihaknya sebelumnya sudah
melakukan pembicaraan dengan para pimpinan keduanya
anggota tersebut, yaitu kapolres atau Komandan Brimob
Biak dengan rekan TNI AU.
"Akan tetapi anggota bertemu lagi di pasar malam,
mereka ribut bertengkar dan berkelahi," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, anggota TNI AU dari Bataliyon
Ko Sarotama 468 Paskhas asal Jawa (Cirebon) Pratu
Wardeni, tewas ditembak, di pasar malam, tempat
perjudian bola guling, Jalan Bosnik Raya Biak Numfor,
Papua.
(san)

Sumber: Sindonews
Terbitan Minggu, 27 April 2014 − 16:32 WIB

Bursa Kerja SMK Walisongo Rekrut Calon Tenaga Kerja


Bursa Kerja SMK Walisongo Rekrut Calon Tenaga Kerja

Jepara; Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Walisongo Pecangaan
Jepara bekerjasama dengan PT Semarang Autocomp
Manufacturing Indonesia – Jepara Factory (SAMI-JF)
merekrut calon tenaga kerja yang dilaksanakan di
sekolah setempat, Jumat (25/4).
Kegiatan diikuti 200 siswa dari SMA sederajat
diantaranya MA Mathaliul Huda Troso, MA Walisongo
Pecangaan, MA Darul Ulum Purwogondo, MA Zumrotul
Wildan Ngabul, MA Miftahul Huda Dongos, SMA
Walisongo Pecangaan, SMKN 1 Batealit, SMKN 1
Kalinyamatan, SMKN 3 Jepara, SMK Islam Jepara dan
SMK Walisongo Pecangaan.
Ketua BKK, Adi Kurniawan mengatakan perekrutan
tenaga kerja di perusahaan bidang perakitan komponen
otomotif tersebut baru dilakukan sekali. Sebelumnya,
dikatakan Adi, masih menginduk BKK SMK lain. “Ini tidak
lepas dari dukungan PT Sami JF sehingga perekrutan
bisa dilaksanakan di sekolah kami,” paparnya.
Ke depan, lembaga yang mendapatkan izin operasional
tahun 2012 lalu bisa memikat hati pelajar di Jepara
utamanya dalam perekrutan tenaga kerja. Disamping itu,
harap Adi, banyak perusahaan yang bekerjasama dengan
lembaganya.
Sutarwi Samsul Maarif, Kepala SMK Walisongo
mengungkapkan, tujuan perekturan tenaga kerja untuk
memberikan lapangan kerja bagi siswa. “Tidak hanya
SMK siswa SMA maupun MA bisa juga berpartisipasi.
Sehingga BKK SMK Walisongo untuk SMA sederajat
secara luas,” terangnya.
Tujuan lain, tambah Sutarwi, untuk menambah jaringan
perusahaan. Senada dengan Adi ia berharap jalinan
perusahaan yang digandengnya semakin bertambah.
Salah satu peserta Intan Yuli Ratnasari (20) menyatakan
dirinya ingin langsung usai lulus dari SMK. Siswi
jurusan Produksi Grafika SMKN 1 Kalinyamatan akan
bekerja di perusahaan tersebut jika diterima. Selvy (17)
juga demikian. Siswi XII IPS2 MA Mathaliul Huda Troso
tersebut ingin mandiri setelah lulus dari bangku MA.
“Meski orang tua perajin tenun, saya pengen kerja di
luar, Mas. Kerja apa saja ndak pa-pa yang penting
halal,” urai Selvy Windi Mutiara. (Syaiful Mustaqim/
Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online
Terbitan (Ahad, 27/04/2014 23:02)

By http://m.facebook.com/elang

Simak http://ellangbassasnawawi.blogspot.com
http://sendang-karangampel.blogspot.com
https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah
https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia
https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Menag: Persoalan Syiah Sampang Temui Titik Terang

Menag: Persoalan Syiah Sampang Temui Titik Terang

Menag: Persoalan Syiah
Sampang Temui Titik Terang
Menteri Agama Suryadharma Ali

JAKARTA - Menteri Agama (Menag)
Suryadharma Alie menyatakan persoalan kaum Syiah di Sampang, Madura menemui titik terang. Ia mengatakan kelompok ulama dan masyarakat Syiah akan kembali berdialog.

Dialog akan membahas soal rencana pemulangan pengungsi Syiah yang sempat tinggal di GOR Sampang.
Suryadharma menyebutkan para ulama ingin masyarakat Syiah kembali.
"Dialog akan dilakukan secara intensif, dalam waktu yang terus menerus," kata Suryadharma di Jakarta, Selasa (30/7).
Ia mengatakan dari dialog yang dilakukan, sebenarnya pihak ulama ada keinginan kuat agar mereka bisa kembali ke kampong halamannya masing-masing. Alasannya, ada hubungan darah hingga tetangga.

Keinginan kuat itulah yang dianggap menyamakan persepsi kedua pihak untuk kembali hidup rukun di Madura. "Keinginan untuk bisa hidup bersama-sama hidup sekampung kuat sekali, proses itulah yang disebut, diciptakan, ada penyamaan persepsi," ujar Suryadharma.

Suryadharma menegaskan yang perlu disepakati bersama
adalah komitmen untuk tidak memprovokasi keadaan dan
membuat potensi konflik berkembang lagi. Menurutnya,
jika hal tersebut tercapai maka solusi akan lebih mudah dijalankan.

Ia juga sempat mengingatkan, tidak bisa menyelesaikan masalah perbedaan keyakinan Syiah Sampang ini dengan cara membunuh. Suryadharma menambahkan yang tetap
harus dikedepankan adalah merangkul para pengungsi
Syiah Sampang oleh para ulama agar mereka mau taubatan nashuha.

Terkait pendapat ulama Madura bahwa aliran Syiah itu sesat, Suryadharma meminta agar itu disikapi dengan arif. Pun, ia mengingatkan pandangan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan tindak kekerasan.
Apalagi cara kekerasan juga bukan merupakan penyelesaian terbaik.

"Saya yakin tidak terbesit dalam benak para ulama untuk
melakukan tindak kekerasan. Islam juga melarang untuk
melakukan kekerasan. Penyelesaian dengan kekerasan
sama sekali tidak diizinkan oleh Islam," katanya.
Red: Citra Listya Rini
Rep: Esthi Maharani

Dikutip: Republika
Terbitan 30 Juli 2013 17:13 WIB

By http://m.facebook.com/elang

Simak http://ellangbassasnawawi.blogspot.com
http://sendang-karangampel.blogspot.com
https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah
https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia
https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Premier League Chelsea tunda pesta juara Liverpool

Premier League
Chelsea tunda pesta juara Liverpool

Chelsea tunda pesta juara
Liverpool
Kegembiraan pemain Chelsea setelah Demba Ba cetak
gol ke gawang Liverpool @Andy Hooper/Daily Mail

Upaya Liverpool untuk merengkuh
gelar juara Liga Inggris dipastikan semakin sulit.
Kekalahan 2-0 atas Chelsea di Anfield membuat peluang
The Reds terancam.
Bermain di hadapan 60.00 suporter di Anfield, Minggu
(27/4) malam WIB. Liverpool yang bertindak sebagai tuan
rumah harus takluk oleh pasukan Jose Mourino. Dua gol
di cetak oleh striker Demba Ba dan Willian di menit akhir
pertandingan.
Liverpool yang bermain dengan kekuatan penuh
langsung mengancam sejak peluit berbunyi. Luis Suarez
dan Raheem Sterling benar-benar membuat Chelsea
terkurung di menit awal paruh pertama.Sebaliknya
Chelsea yang bermain tanpa sejumlah pilar utama
bermain lebih hati-hati.
Petaka tuan rumah terjadi di menit akhir babak pertama
tepatnya di menit ke 49. Kapten Liverpool Gerrard
terpeleset saat menyambut umpan pendek Sakho. Bola
liar yang tak dikuasai langsung di serobot Demba Ba.
Pemain asal Senegal itu kemudian berlari kencang
membawa bola sebelum mengecoh kiper Mignolet. 1-0
untuk tim tamu
Babak kedua, Liverpool meningkatkan intensitas
serangan. Beberapa kali Gerrard mengancam gawang
Mark Schwarzer yang tampil gemilang. The Blues juga
tanpa peluang, beberapa kali tendangan Frank Lampard
membuat Simon Mignolet jatuh bangun.
Liverpool memasukkan Iago Aspas yang menggantikan
Flanagan untuk meningkatkan serangan. Namun justru
hal itu berbuah petaka.
The Kop yang bermain dengan tiga bek membuat
Chelsea berhasil menambah pundi golnya melalui kaki
Willian. Berawal dari setengah lapangan, solo run
Fernando Torres yang lepas dari jebakan offside dan
tinggal berhadapan dengan Mignolet dengan cerdik
mengumpan ke Willian.
Willian yang berdiri bebas dengan mudah menceploskan
bola ke gawang Liverpool yang sudah tidak ada
penjaganya.
Kemenangan itu membuat Chelsea memangkas poin
dengan Liverpool menjadi dua poin dengan koleksi 78
poin dan LIverpool 80 poin. Persaingan juara pun
menjadi kian sengit
Susunan pemain:
Liverpool: Mignolet, Johnson, Skrtel, Sakho, Flanagan
(Aspas 81), Lucas (Sturridge 58), Gerrard, Allen, Sterling,
Suarez, Coutinho. Subs: Brad Jones, Toure, Agger,
Alberto, Cissokho.
Chelsea: Schwarzer, Azpilicueta, Ivanovic, Kalas, Cole,
Mikel, Matic, Salah (Willian 60), Lampard, Schurrle
(Cahill 77), Ba (Torres 84). Subs: Van Ginkel, Ake,
Hilario, Baker.

Sumber: Sindonews
Terbitan Minggu, 27 April 2014 − 22:07 WIB

Muskercab NU Bojonegoro Bahas Kemandirian Organisasi


Muskercab NU Bojonegoro Bahas Kemandirian Organisasi

Bojonegoro: Setelah dilantik beberapa waktu lalu, Pengurus Cabang
Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Jawa Timur,
mengadakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di
gedung LP Ma'arif NU, Jalan A. Yani Bojonegoro, Sabtu
(26/4).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 230 peserta, terdiri dari
rais, katib, ketua, sekretaris dari pengurus Majlis Wakil
Cabang (MWC) dari 28 kecamatan se-Kabupaten
Bojonegoro. Muskercab juga dihadiri pengurus syuriyah,
tanfidziah, lembaga, lajnah dan badan otonom di
lingkungan PCNU Bojonegoro.
Ketua panitia Muskercab Basuki menjelaskan,
musyawarah tersebut merupakan tindak lanjut dari
pelantikan yang telah dilaksanakan pada bulan Februari
lalu di gedung Islamic Centre. Musyawarah ini
mengambil tema 'Penguatan Kemandirian Jam'iyyah
Nahdlatul Ulama' sesuai dengan visi PCNU 2013-2014.
"Tema tersebut sesuai dengan mimpi besar kita, yakni
mewujudkan NU yang bisa memberi maslahat, menuju
umat yang mandiri, sejahtera, keadilan, demokratis dan
berwawasan luas," paparnya di depan para peserta.
Acara muskercab tersebut diharapkan bukan hanya
sebagai seremonial, melainkan sebuah rancangan kerja
untuk membentuk jamaah lebih mandiri. "Harapannya ini
bukan hanya sekedar rukun wajib organisasi. Tetapi
benar-benar bisa menjadi sebuah rencana kerja untuk
penguatan kemandirian," jelas Basuki.
Muskercab sendiri dibuka oleh sekeretaris wilayah Jawa
Timur, Ahmad Muzaki. Setelah acara resmi dibuka,
diadakan dialog ekonomi bertemakan “Penguatan
Kemandirian Jam'iyyah NU”, dengan narasumber ketua
Lembaga Perekonomian PWNU Jawa Timur dan ketua
BMT MWCNU Ngasem. (M. Yazid/Anam )

Sumber: NU Online
Terbitan (Sabtu, 26/04/2014 23:12)

MA Qudsiyyah Gelar Workshop Pengembangan Ilmu Falak


MA Qudsiyyah Gelar Workshop Pengembangan Ilmu
Falak

Kudus: Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus menggelar workshop
pengembangan Ilmu Falak di Aula Madrasah setempat,
Sabtu (26/4). Kegiatan yang dibuka Kepala Kemenag
Kudus H.Hambali ini, diikuti 100 peserta dari unsur
tokoh masyarakat dan guru madrasah bidang ilmu falak.
Dalam sambutannya, H Hambali mengharapkan supaya
ilmu falak bisa dijadikan salah satu model keunggulan
pada madrasah di Kabupaten Kudus. Dari sejarahnya,
Kudus merupakan salah satu tolok ukur perkembangan
ilmu falak di Indonesia sehingga sangat perlu diperkuat
dan dikembangkan.
“Kegiatan serupa bisa terus dikembangkan di madrasah-
madrasah lain di Kabupaten Kudus mengingat keilmuwan
falak ini sedikit yang mengembangkannya,” katanya.
Salah satu hal yang mengemuka dalam diskusi yang
bertema “Implementasi Teori dan Praktik Ilmu Falak
dalam Pembelajaran” adalah seringnya perbedaan dalam
menentukan awal puasa maupun Idul Fitri. Narasumber
utama, H. Muhyiddin Khazin, dari UIN Yogyakarta
mengungkapkan perbedaan tersebut salah satu faktor
utamanya dalam persoalan kriteria dan landasan yang
berbeda.
Dijelaskan, pendapat-pendapat yang berbeda salah
satunya adalah kemungkinan bisa terlihatnya hilal
(bulan). “Ada yang menggunakan kriteria tinggi dua
derajat, ada yang kriteria 6,4 derajat baru bisa terlihat,
bahkan ada yang berpendapat yang penting wujud hilal,”
terang anggota Lajnah Falakiyah PBNU ini.
Menurutnya, perbedaan pandangan tersebut sering kali
menjadi sebab ormas sulit untuk disatukan ketika
menentukan awal bulan puasa maupun hari raya Idul
Fitri. “Tetapi kita tidak boleh menyerah, kita terus
berusaha untuk sering melakukan diskusi dengan para
ahli falak di masing-masing ormas utuk melakukan
kesefahaman dan meminimalisir perbedaan,” ujar H
Muhyidin.
Kendati demikian, Dosen Fakultas Syari’ah UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta ini bersyukur di era sekarang,
walaupun sering berbeda tetapi tetap menghormati satu
sama lain. “Sekarang ini tidak seperti dahulu, yang
begitu memperuncing perbedaan dalam penentapan awal
puasa ataupun Idul Fitri. Kebersamaan harus tetap
diutamakan untuk persatuan dan kesatuan umat muslim
di negeri ini,” pungkasnya.
Hal lain dalam memotivasi para guru dan siswa dalam
acara tersebut adalah karena ilmu falak merupakan salah
satu ilmu bantu dalam ibadah. Dari lima rukun Islam,
empat diantaranya bersinggungan langsung dan
menggunakan ilmu falak.
“Shalat, zakat, puasa, dan haji adalah rukun Islam yang
berkaitan dengan ilmu falak. Penentuan waktu sholat,
arah kiblat juga menggunakan hitungan falak,” terang
H.Muhyidin.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online
Terbitan (Ahad, 27/04/2014 01:07)

Suryadharma Ali: Saya Minta Maaf

Suryadharma Ali: Saya Minta Maaf

JAKARTA - Pertemuan tertutup antara ketua umum PPP Suryadharma Ali (SDA) dan sejumlah
fungsionaris partai akhirnya menghasilkan islah. Dengan
adanya kesimpulan tersebut, suara dari parpol berbasis
Islam itu kembali bersatu.
"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia
dan para pemilih PPP bila terganggu dengan kondisi
ini," kata SDA usai melakukan konsolidasi tersebut
sebelum pelaksanaan Mukernas ke-3 di Cisarua Bogor,
Rabu (23/4).
Dia menambahkan, kisruh serta perbedaan pendapat
yang selama ini muncul antar pengurus serta kader,
telah berakhir. Pihaknya juga menerima fatwa dari Ketua
Majelis Syariat PPP Muaimu Zubair yang menginginkan
partai ini bersatu.
Kemudian, mengenai koalisi dengan Gerindra, dia
menambahkan, secara pribadi memang ada keberpihakan
ke arah sana. Namun tidak untuk PPP. Menurutnya,
dukungan itu akan dibentuk secara formal melalui
mekanisme parpol. "Secara pribadi saya mendukung, tapi
kelembagaan kembali ke nol," ujar dia.
Sedangkan, bagaimana upaya SDA meluruskan
permasalahan ini ke Ketua Dewan Pembina Partai
Gerindra, Prabowo Subianto, itu akan menjadi urusannya
secara langsung. Sebab, PPP sendiri menyatakan, belum
memulai koalisi ke pihak manapun.
Red: Bilal Ramadhan
Rep: Andi Mohammad Ikhbal

Sumber: Republika
Terbitan 23 April 2014 14:47 WIB

Ini Alasan NU Desak FPI Dibubarkan

Ini Alasan NU Desak FPI Dibubarkan

Ungkapan Kh Said Agil

Nahdlatul Ulama meminta Front
Pembela Islam (FPI) dibubarkan menyusul insiden
tewasnya seorang perempuan hamil karena kecelakaan
mobil dalam razia ilegal untuk mengekang prostitusi
selama bulan suci Ramadhan. "Perilaku mereka tidak
mencerminkan ajaran Islam,” ujar Said Aqil Siradj, ketua
Nahdlatul Ulama (NU), seperti dilansir VOA. “Kami
mendesak pemerintah untuk membubarkan kelompok
yang melakukan vandalisme ini.”
Ia menyayangkan sikap pemerintah yang berdiam diri
saat kelompok ini merusak gereja, menyerang jemaat
gereja dan membakar masjid-masjid Ahmadiyah dan
Syiah yang dianggap sesat.
Insiden terakhir terjadi 18 Juli di Kendal, Jawa Tengah.
Sekitar 50 orang anggota FPI berupaya merazia daerah
yang diyakini mengizinkan prostitusi. Saat kabur dari
wilayah itu untuk menghindari massa yang marah karena
mereka merusak tempat-tempat usaha, salah satu
kendaraan mereka menabrak pasangan di atas sepeda
motor, menewaskan seorang perempuan hamil dan
melukai suaminya.
Dalam razia terpisah, kelompok ini juga merusak toko
minuman keras di Makassar. Meski ada penangkapan
dalam dua kasus tersebut, namun lemahnya penegakan
hukum telah memicu kemarahan masyarakat.
Red: Endah Hapsari

Dikutip: Republika
Terbitan 31 Juli 2013 04:03 WIB

By http://m.facebook.com/elang

Simak http://ellangbassasnawawi.blogspot.com

http://sendang-karangampel.blogspot.com

https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah

https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia

https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Minggu, 27 April 2014

7 Hal Ini Harus Dihindari dalam Shalat

7 Hal Ini Harus Dihindari dalam Shalat

Ellangbassahlannawawi.blogspot.com

Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin karya Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-hadramy menyatakan bahwa ada tujuh hal yang dimakruhkan dalam shalat. Artinya ketujuh hal itu bila dilakukan tidak sampai mengakibatkan batalnya shalat, tetapi lebih baik dihindari karena dianggap tidak sopan.

Ketujuh hal tersebut dikumpulkan dalam sebuah nadham yang berbunyi:

أخى تجنب فى صلاتك سبعة  * نعاسا حكاكا والتثاؤب والعبث
ووسوسة كذا الرعاف التفاتة * على تركها قد حرض المصطفى وحث
Saudara hindarilah tujuh hal dalam shalat, mengantuk, menggaruk-garuk, menguap, iseng, ragu hati, mengupil, dan bertolah-toleh. Semua itu selalu ditinggalkan oleh Rasulullah saw.

Ketujuh hal tersebut memang tidak membatalkan shalat, tetapi dianggap tidak pantas dilakukan ketika shalat. Mengantuk jelas berbahaya, membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Karena dikhawatirkan akan terucap do’a mohon balak-kerusakan. Menguap, menggauk, mengupil, tolah-toleh, dan berbuat iseng, semua menunjukkan ketidak seriusan bahkan mengarah pada penghinaan lawan pihak yang diajak komunikasi.

Sungguh hal ini akan menjauhkan seseorang pada kekhusyukan shalat. Apalagi jika masih ada keragu-raguan dalam hati, entah ragu tentang bilangan raka’at, atau ragu batalnya wudhu, atau ragu tentang makanan yang masih tertinggal di meja, ragu tentang keamanan motor yang diparkir di depan masjid dan lain sebagainya. (red. Ulil H)

By https://m.facebook.com/elang

Terbitan: https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah

Pengembangan: https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia

Simak: https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Dikutip Muslimmedianews.com

Fatwa Wahhabi: Menggulingkan Pemerintahan yang Sah adalah Bid'ah Oleh : Ust. M. Ma'ruf Khozin

Fatwa Wahhabi: Menggulingkan Pemerintahan yang Sah adalah Bid'ah
Oleh : Ust. M. Ma'ruf Khozin

Bagi orang-orang Hizbi (sebutan Hizbut Tahrir oleh kalangan Salafi) maupun Salafi Jihadi yang menganggap negara ini sebagai negara Thaghut atau negara Kafir, mereka memiliki target merubah NKRI dengan menggulingkan pemerintahan yang sah. Namun menurut ulama Wahabi cara seperti itu adalah bid’ah yang sesat (karena Wahabi tidak mengenal Bid’ah Hasanah) dan bertentangan dengan perintah agama:

قُلْتُ : وَفِي هَذَا بَيَانٌ لِطَرِيْقِ الْخَلَاصِ مِنْ ظُلْمِ الْحُكَّامِ الَّذِيْنَ هُمْ " مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُوْنَ بِأَلْسِنَتِنَا " وَهُوَ أَنْ يَتُوْبَ الْمُسْلِمُوْنَ إِلَى رَبِّهِمْ وَيُصَحِّحُوْا عَقِيْدَتَهُمْ وَيُرَبُّوْا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيْهِمْ عَلَى اْلإِسْلَامِ الصَّحِيْحِ تَحْقِيْقًا لِقَوْلِهِ تَعَالَى : ( إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ) [ الرعد : 11 ] وَإِلَى ذَلِكَ أَشَارَ أَحَدُ الدُّعَاةِ الْمُعَاصِرِيْنَ ( الاستاذ الحسن الهضيمي ) بِقَوْلِهِ : " أَقِيْمُوْا دَوْلَةَ الْإِسْلَامِ فِي قُلُوْبِكُمْ تَقُمْ لَكُمْ عَلَى أَرْضِكُمْ " . وَلَيْسَ طَرِيْقُ الْخَلَاصِ مَا يَتَوَهَّمُ بَعْضُ النَّاسِ وَهُوَ الثَّوْرَةُ بِالسِّلَاحِ عَلَى الْحُكَّامِ . بِوَاسِطَةِ الْاِنْقِلَابَاتِ الْعَسْكَرِيَّةِ فَإِنَّهَا مَعَ كَوْنِهَا مِنْ بِدَعِ الْعَصْرِ الْحَاضِرِ فَهِيَ مُخَالِفَةٌ لِنُصُوْصِ الشَّرِيْعَةِ الَّتِي مِنْهَا الْأَمْرُ بِتَغْيِيْرِ مَا بِالْأَنْفُسِ وَكَذَلِكَ فَلَا بُدَّ مِنْ إِصْلَاحِ الْقَاعِدَةِ لِتَأْسِيْسِ الْبِنَاءِ عَلَيْهَا "وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ" [ الحج : 40 ] (تخريج الطحاوية - ج 1 / ص 69)
“Saya (Albani) berkata: Dalam masalah ini dijelaskan jalan keluar dari kedzaliman pemerintah, yang mereka ‘memiliki kulit yang sama dengan kita, berbicara dengan bahasa kita’, yaitu umat Islam bertaubat kepada Allah, meluruskan akidah mereka, mendidik diri mereka dan keluarganya dengan ajaran Islam yang benar, sebagai bentuk nyata firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (ar-Ra’d: 11). Ini pula yang diisyarahkan oleh salah seorang juru dakwah kontemporer (Ust Hasan al-Hadlimi) yang berbunyi: “Dirikanlah sistem Islam dalam hatimu, maka ia akan berdiri di negara kalian”.

Jalan keluarnya bukan dengan cara yang dikira oleh sebagian orang, yaitu mengangkat pedang kepada pemerintah dengan mengerahkan pasukan. Sebab, disamping cara itu adalah bagian dari bid’ah masa kini, hal itu juga bertentangan dengan nash agama, yan diantaranya perintah merubah perorangan. Begitu pula harus memperbaiki kaidah untuk menguatkan pondasinya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa (al-Hajj: 40)” (Takhrij al-Thahawiyah 1/69)

By https://m.facebook.com/elang

Terbitan: https://m.facebook.com/nahdlatululamaahlussunnahwaljamaah

Pengembangan: https://m.facebook.com/Newsinformationindonesia

Simak: https://m.facebook.com/groups/732231473482366?ref=bookmark

Dikutip Muslimmedianews.com

Astaghfirullah Pria Pecinta Sesama jenis Meningkat di Indonesia

Astaghfirullah Pria Pecinta Sesama jenis Meningkat di Indonesia

Jakarta ~ Dari survey Kementerian Kesehatan di 13 kota di Indonesia yang dilakukan sejak 2009 hingga 2013,  tercatat pengguna narkoba suntik dan pria yang bercinta dengan sesama jenis meningkat drastis.

Seperti disampaikan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi bahwa dalam perkembangan epidemi HIV ada dua hal yang meningkat yaitu pengguna narkoba suntik dan laki-laki seks dengan laki-laki yang juga bercinta dengan perempuan.

"Pada 2009 ada 27 pengguna narkoba suntik. Sedangkan pada 2013 mencapai 39,5 atau meningkat 46,3 persen. Selain itu, laki-laki seks dengan laki-laki juga meningkat dari 7 menjadi 12,8 atau meningkat 83 persen," jelas Menkes saat temu media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (24/4/2014).

Data serupa juga ditujukkan Menkes lewat survei sebelumnya yang dilakukan di 20 kota dari 2007-2001. Menurut Menkes, dalam survei tersebut, jumlah laki-laki yang melakukan seks dengan laki-laki juga meningkat dari 5,3 menjadi 12,4 atau sekitar 134 persen.(Abd)

Sumber: health.liputan6.com

By https://m.facebook.com/elang
Dikutip Muslimmedianews.com

KH Abdul Wahab Chasbullah: Sang Pejuang Kemerdekaan Tiga Zaman

KH Abdul Wahab Chasbullah: Sang Pejuang Kemerdekaan Tiga Zaman

Bekerjasama dengan civitas akademika Universitas Nasional Jakarta, Pemerintah Kabupaten Jombang menyelenggarakan seminar nasional di hotel Sahid Jakarta, Kamis 24 April 2014. Seminar nasional bertajuk “Peranan KH Abdul Wahab Chasbullah dalam politik keagamaan, transformasi sosial masyarakat, dan kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan RI”.

Safrizal Rambe dari Fisipol Unas mengawali pemaparanya dengan mengungkapkan keheranannya atas belum diberikannya gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdul Wahab Chasbullah hingga saat ini. Tokoh pejuang nasional satu ini sudah lebih dari cukup untuk diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional. Berbagai ide cemerlang mulai dari mendirikan organisasi sosial keagamaan, kelompok diskusi dan media jurnalistik, lembaga pendidikan dan memimpin gerakan perlawanan penjajahan , diplomasi internasional sampai legislator telah ia lakukan dari masa pra kemerdekaan hingga paska kemerdekaan RI.

Senada dengan itu, Prof. Ali Maschan Musa menambahkan poin penting yang harus dicatat atas jasa besar KH Wahab Chasbullah adalah keterlibatan beliau dalam membentuk dan mendirikan Sarikat Islam (SI) cabang Makkah.

Selain itu, ketika revolusi kemerdekaan Indonesia, Kiai Wahab Hasbullah juga bergabung dalam gerakan gerilya menentang kembalinya kekuasaan Belanda. Ia menyumbangkan hartanya untuk perlengkapan militer, berhubungan dengan unit-unit gerilya dan membantu mengkoordinasi rekrutmen-rekrutmen dan pelatihan terhadap santri di Jawa Timur. Ia memimpin langsung Laskar Pejuang yang beranggotakan para Kiai.

Selanjutanya, pergerakan K.H Wahab Hasbullah berlanjut dan berkembang pesat, selain memang karena perkenalannya dengan para pemuka, juga karena beliau bisa lebih leluasa karena sudah berada di tanah kelahirannya sendiri. K.H Wahab Hasbullah pun mulai mendirikan organisasi-organisasi kecil yang nantinya menjadi embrio atas kelahiran NU, diantaranya adalah Subbanul Wathon (cikal bakal GP Anshor), Tashwirul afkar, Nahdlatul wathan dan Nahdlatut Tujjar. Dalam kancah politik internasional, KH Wahab Chasbullah juga ikut berperan aktif memimpin Komite Hijaz (tim diplomasi) menemui raja Saudi Arabia pada tahun 1924 terkait dengan tuntutan kebebasan melaksanakan keyakinan dan aqidah Ahlussunnah waljamaan di Saudi Arabia saat itu, pungkas Ali Maschan.

Atas saratnya nilai-nilai pengabdian, perjuangan dan kecintaan terhadap Bangsa dan Negara yang sangat patut dan perlu diteladani oleh generasi saat ini dan generasi bangsa yang akan datang itulah Pemerintah Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Universitas Nasional serta komponen masyarakat lainnya berinisiatif mengusulkan KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai Pahlawan Nasional.

Redaktur : Ibnu Manshur
Kontributor : Mukhlisin Akhlis

By https://m.facebook.com/elang
Dikutip Muslimmedianews.com

Sabtu, 26 April 2014

Warga Laporkan Radio Wahabi yang Meresahkan Masyarakat (Indonesia)


Warga Laporkan Radio Wahabi yang Meresahkan Masyarakat

Sejumlah tokoh masyarakat mendatangi kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur KPID di Surabaya kemarin (3/4). Mereka mengadukan sebuah radio yang menyebarkan kebencian dan cenderung membuat resah masyarakat. Dwi Yudha Pustiko dari Ma'had Tahfidzul Qur'an al-Islamy menceritakan bahwa ada sebuah radio yakni Suara Hati Muslim yang beralamatkan di Jagalan Malang yang bersiaran cukup meresahkan.

"Dalam siarannya, radio yang berada di Masjid An-Nur ini kerap menyudutkan kelompok masyarakat tertentu khususnya Nahdlatul Ulama," katanya (3/4).

"Kedatangan kami ke KPID ini untuk mengingatkan bahwa siaran radio ini sangat mengganggu ketenangan warga sekitar," lanjutnya.

"Yang juga dilaporkan karena siaran radio ini tersebar hingga kota-kota lain seperti Jember dan Lumajang yang secara jarak lumayan jauh," ungkapnya.

Terhadap laporan ini, KPID Jawa Timur yang diwakili oleh Muhammad Dawud menyatakan sangat berterimakasih. "Kami telah memanggil pengelola radio tersebut dan melakukan klarifikasi laporan masyarakat," katanya.

Komisioner KPID Jawa Timur ini sangat berharap agar seluruh anggota masyarakat tidak semena-mena dalam memanfaatkan kanal yang ada. "Frekuensi yang tersedia adalah milik publik, sudah selayaknya hal itu dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan bersama," kata Sekretaris PW ISNU Jatim ini.

Karena itu, Dawud berharap warga bisa melaporkan bila mendapatkan siaran radio yang dirasa mengganggu ketentraman masyarakat.

"Laporkan kepada KPID kalau ada siaran yang mengganggu masyarakat karena secara aturan, hal itu memang menyalahi undang-undang," pungkasnya.

Sumber: NU online

Menyan Terkait:

Bukti Pengkafiran Wahabi Terhadap Umat Islam (Bag. 1)
Injil Kuno Ungkap Kenabian Muhammad SAW
Shalat Beralas Kaki Ala “Mantan Kyai”
Anak Ajaib Ini Islamkan Ribuan Orang
Syair Cingkrang

Mengapa Aku Berbahagia Berbagi Doa

Mengapa Aku Berbahagia Berbagi Doa

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.”

SUNGGUHLAH luar biasa Islam itu. Bahkan ketika mendoakan orang lain pun, kita mendapatkan apa yang sama dengan doa untuk orang lain tersebut. Apalagi tanpa sepengetahuan orang yang kita doakan itu.

Mendoakan sesama muslim tanpa sepengatahuan orangnya termasuk dari sunnah hasanah yang telah diamalkan turun-temurun oleh para Nabi -alaihimushshalatu wassalam- dan juga orang-orang saleh yang mengikuti mereka. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga merekapun mendoakan saudaranya di dalam doa mereka tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri.

Dan ini di antara sebab terbesar tersebarnya kasih sayang dan kecintaan di antara kaum muslimin, serta menunjukkan kesempuraan iman mereka. Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Karenanya Allah dan Rasul-Nya memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan saudaranya, sampai-sampai Allah Ta’ala mengutus malaikat yang khusus bertugas untuk meng’amin’kan setiap doa seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat itupun diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan orang yang berdoa tersebut.

Berhubung doa malaikat adalah mustajabah, maka kita bisa menyatakan bahwa mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari doa-doa mustajabah. Karenanya jika dia mendoakan untuk saudaranya -dan tentu saja doa yang sama akan kembali kepadanya- maka potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan dia mendoakan untuk dirinya sendiri.

"Semoga Allah mengampuni kita, memberkahi kita, memberikan sinar hidayah di hati kita, memudahkan urusan kita, menguatkan iman dan islam kita, mengabulkan hajat kita, meluaskan rizki kita, memelihara keluarga kita, menjadikan kita hamba yang baik dan senang berbuat baik lagi ikhlas."

Aaamiin

Sumber : KH Sahil Althaf, M.Kub, Guru Besar Universitas Menyan Indonesia Cabang Bondowoso

Menyan Terkait:

Qasidah Ziarah Kubur Wali
Doa Awal & Akhir Tahun
Beberapa Waktu Yang Mustajabah Dikabul Do’anya
Do’a Agar Cepat Mendapat Jodoh
Do’a Syaikh Abdul Qadir Al-Jilany Menyambut Ramadhan

Sumber:, sarkub.com

Sejarah Singkat Habib Abu Bakar Bin Yahya Geritan

Profil Singkat Habib Abu Bakar Bin Yahya Geritan

Pekalongan bukan kota baru, Pekalongan adalah kota tua. Dapat dikatakan Pekalongan termasuk kota tertua di Jawa. Di Jawa ada tiga kota tua; Jeporo, Pekalongan dahulu lebih dikenal Plelen atau Alasroban. Plelen itu mulai dari pantai utara Pekalongan sampai Weleri disebut Alasroban. Alasroban itu bukan berarti hanya Waleri Banyu Putih dari Subah sampai pantai utara itu disebut Alasroban. Dijaman sebelum wali 9 Pekalongan sudah ada. Bukti-bukti untuk menunjukkan bahwa Pekalongan itu kota tua bisa dilihat dari bukti-bukti peninggalan sejarah terutama makam-makam tua yang ada di Pekalongan, Batang dan sekitarnya. Karena dulu Batang termasuk kabupaten Pekalongan.
Kita ambil mulai dari Syekh Jamaludin Husen dahulu. Beliau dengan rombongannya berlabuh melalui Pasai. Beliau kelahiran dari Indo-Cina, daerah Kamboja, Vietnam dan sekitarnya. Ibu beliau dari Champa ayah beliau Ahmad Syah Jalal adalah kelahiran India dan ayah Syah Jalal adalah menantu raja India Naser Abad. Ahmad Syah Jalal menikah dengan putri raja Champa. Putri Champa itu melahirkan Syekh Jamaludin Husen.dari Jamaludin Husen beliau mempunyai anak 11. Itulah kakek dari wali 9. Perjalanan Syekh Jamaludin dengan para ulama yang dari Timur Tengah. Ada juga yang dari Maroko. Maka rombongan tersebut ada yang menyebut al Maghrobi-al maghrobi. Rombongan tersebut yang pertemuannya Dipasai langsung menuju Jawa, tepatnya Semarang.

Dari Semarang meneruskan perjalannya ke Trowulan-Mojokerto. Karena akhlaknya dan budi pekertinya yang baik beliau sangat di hormati di Maja Pahit. Meskipun beda agama pada waktu itu, beliau mendapat beberapa sebidang tanah dari Gajah Mada. Terutama membuat sebuah padepokan pendidikan yang mana santri beliau itu tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Selain itu juga karena sangat popular maka disbut syekh Jumadil Kubro. Rombongan beliau berpencar dalm menjalankan tugasnya masing-masing. Yang terbanyak di Jawa Timur, Jawa Tengah, sebagian kecil ke Jawa Barat. Dan makam-makam beliau dinamakan almaghrobi-al maghrobi. Kalau makam almaghrobi itu banyak sekali, pantas, karena orangnya bukan satu tapi banyak.

Rombongan kedua dipimpin oleh dua tokoh.yang pertama Malik Ibrohimdan Sayid Ibrohim Asmoro qondi atau Pandito Ratu. Ketika itu, rombongan Malik Abdul Ghofur yang juga merupakan kakak Malik Ibrohim yang disebut juga Almaghrobi-almaghrobi. Rombongan ini lebih banyak dari sebelumnya. Malik Ibrohim itu cucu dari Syekh Jumadil Kubro. Rombongan ini juga berpencar, dan diantara robongan-rombongan tersebut ada yang ke Pekalongan sekitar 25 al Maghrobi. Makam beliau juga terpencar-terpencaer dengan nama Maulana Maghrobi.

Diantaranya Prabu Siliwangi memanggil beliau itu kakek (pernahnya).Jadi Maulan Maghrobi itu lebih tua dari Prabu Siliwangi. Diantara anggota rombongan ada yang wafat satu orang. Yang wafat ini dimakamkan di pesisir Semarang. Juga dikenal dengan Syekh Jumadil Kubro. Lokasinya dekat Kali Gawe. Dan ada juga yang wafat di Pekalongan, namanya yang pertama Syarifudin Abdullah, Hasan alwi al Quthbi. Beliau bersama rombongannya tinggal di dareh Blado Wonobodro. Terus yang dua orang lagi Ahmad al Maghrobi dan Ibrohim Almaghrobi tingal di daerah Bismo. Tiga tokoh tersebut dimakamkan di Bismo dan Wonobodro. Yang di Bismo membangun masjid di Bismo yang di Wonobodro membangun masjid di Wonobodro. Terus yang disetono Abdul Rahman dan Abd Aziz Almaghrobi.

Diantaranya lagi Syekh Abdullah Almaghrobi Rogoselo, Sayidi Muhammad Abdussalam Kigede Penatas angina. Jadi Almaghrobi tersebut empat generasi; generasi Jamaludin al Husen, generasi Ibrohim Asmoroqondi dan generasi Malik Ibrohim dan generasi Sunan Ampel. Termasuk yang dimakam kan di Paninggaran, daerah Sawangan; Wali Tanduran. Beliau itu termasuk generasi kedua walaupun bukan golongan al Maghrobi. Beliau sangat gigih dalam syi’ar Islam di Paninggaran. Kalau dalam bahasa Sunda Paninggaran itu berarti cemburu.
Di Pekalongan ini masih terpengaruh, sebagian Jawa Barat dan sebagian Jawa Timur. Karena perbatasan Mangkang itu wilayah Majapahit terus kebarat ikut Pajajaran kuno. Pekalongan sendiri terpengaruh bahasa-bahasa sunda seperti ada nama tempat, Cikoneng Cibeo di daerah sragi.

Kalau kita melihat pertumbuhan islam pada waktu itu yang dibawa oleh beliau-beliau belum al Magrobi-Almaghrobi. Yang 25 tersebut sebagian dimakamkan di Wonobodro, sebelum wali 9 yang masyhur itu, seperti Sunan Ampel, Sunan Giri Sunan, Kali Jogo dll, itu sudah ada wali sembilan seperti lembaga wali Sembilan jamannya Sunan Ampel itu. Lembaga wali Sembilan itu seperti Wali Abdal, Wali Abdal itu ada 7. Wafat satu akan ada yang menggantikannya, wafat satu ganti, wafat satu ganti dan seterusnya. Jumlahnya tidak lepas dari 7. Nah wali 9 pun demikian. Termasuk Kigede Penatas Angin itu wali 9, yang Wonobodro juga bagian dari wali Sembilan, tentunya generasi sebelum wali Sembilan yang masyhur itu.

Ki Gede Penatas Angin adalah yang mempertahankan Pekalongan dari serangan Portugis. Pada waktu wali 9 dijaman Sunan Gunung Jati diantaranya sudah ada yang masuk ke Pekalongan. Juga yang namanya Kiyai Gede Gambiran di pesisir pantai. Tapi karena terkena erosi sekarang Gambiran sendiri sudah tidak ada. Ada lagi Sayid Husen didaerah Medono dikenal makam Dowo Syarif Husen, beliau itu juga hidup dijaman wali 9. Diantara tahun 1590 an, sebelim masuk pejajahan Belanda.

Pekalongan walaupun tidak banyak disebut dalam sejarah Demak tapi dekat hubungannya dengan kerajaan Demak. Pekalongan tahun1900 lebih seadikit pelabuhannya didaerah Loji daerah hilir. Makanya didaerah sekitar nama-nama desanya seperti Bugis; Bugisan, Sampang; Sampangan, itu diantaranya. Pekalongan pada waktu itu sudah mulai maju. Dalam pendidikan agama, ekonomi dan lain s sebagainya. Di Dieng dan daerah sekitarnya ada beberapa Candi. Itu menunjukkna kultur di Pekalongan sudah maju. Di daerah Reban sampai Blado itu pernah ditemukan situs air langga. Itu semua menunjukan kalau Pekalongan sudah tua, hanya kita belum menemukan bukti secara kongritnya. Pekalongan pada waktu itu sudah maju, diantara buktinya pada jaman Sultan Agung Pekalongan pada waktu itu sudah mendapat kepercayaan menjadi tempat lumbung-lumbung padi atau beras.

Dan diantara tokoh-tokoh yang berperan pada waktu itu, di adalah tokoh yang di makamkan di Sapuro, yaitu Ki Gede Mangku Bumi sayang makamnya sudah rusak. Jaman almarhum Pak Setiono saya masih sempat meminta untuk menulis tentang tokoh itu. Beliau meninggal pada tahun 1517 Masehi, makamnya di Sapuro belakang masjid. Ada lagi walaupun aslinya dari Bupati Pasuruan Raden Husen Among Negoro, beliau meninggal tahun 1665 dimakamkan di belakang masjid Sapuro. Beliau adalah Putra Tejo Guguh, Putra bupati Kayu-Gersik ke dua. Beliau ini yang menurunkan bupati Pekalongan yang pertama. Pada waktu itu penduduk sudah ramai disusul dengan beberapa tokoh yang lain seperti Ki Hasan Sempalo atau Kyai Ahmad Kosasi adalah menantu beliau.

Bupati Pekalongan yang namanya Adipati Tanja Ningrat meninggal tahun 1127 H. Dimakamkan di Sapuro juga sejaman dengan Jayeng Rono Wiroto putra Amung Negoro. Kiyai Gede Hasan Sempalo. Dan di Noyontaan (Jl. Dr. Wahidin) ada Kiyai Gede Noyontoko hingga desa tersebut disebut Noyontaan, sebabwaktu tokoh yang membuka adalah Ki Gede Noyontoko. makamnya di dalam Kanzus Sholawat. Dulu di belakang rumahnya Pak Teko meninggal tahun 1660 M. dan banyak lagi seperti Wali Rahman di Noyontaan, dulu di Tikungan jl toba atau di depan pabrik Tiga Dara sekarang makam nya sudah hilang.

Sesudah pekalongan mulai rame datang pula tokoh-tokoh yang popular datang dari Hadramaut Yaman beliau adalah Habib Abubakar bin Toha. Habib Abu Bakar lahir didaerah Tarim namanya daerah Gorot. Makanya kayu geritan itu berasal dari kata Gorot. Sekitar abad 17 sebelum masuk Indonesia beliau berdakwah di India, Malaysia, Malaka, Pasai lalu Kalimantan. Beliau pernah tinggal di sebuah desa namanya Angsana daerah Kalimantan Selatan dan masuk ke Surabaya menuju ke Jogja. Beliau dikenal sebagai tokoh pendamai; baliaulah yang menyatukan menyelesaikan sengketa-sengketa. Beliau sangat tinggim ilmunya dan sangat di segani. Beliau mendapatkan gelar Penembahan Tejo Hadi Kusumo. Setelah itu beliau masuk di Pekalongan tinggal di daerah Karang Anyar.

Habib Abu bakar masuk daerah ini karena urutanya dekat dengan Ki Hasan Cempalo, beliau mendirikan padepokan. Kiyai Bukhori salah seorang tokoh pernah menceritakan kalau dijaman nabi beliau seperti sahabat nabi, maksudnya kedudukan kewaliaanya sangat tinggi beliau termasuk golongan Bin Yahya. Pertamakali masuk ke daerah wonopringgo. Guru beliau banyak sekali diantaranya pengarang kitab Nashoih Addiniyah; al Habib Abdullah bin Alwi al Hadad. Dan murid Habib Alwi Al Hadad di Indonesia banyak sekali.

Habib Abu Bakar meninggal tahun 1130. Gurunya adalah paman dan ayahnya sendiri yang sangat popular kewaliannya dan banyak lagi guru-guru yang lain. Dan murid-murid beliau di Pekalongan dan luar Pekalongan banyak sekali. Termasuk kakennya Kyai Nurul Anam dimakamkan di Kayu Geritan juga. Daerah dakwahnya terpencar. selain mengajarkan ilmu agama juga ilmu yang lainnya seperti ilmu kelautan dan ilmu-ilmu lainnya. Beliau dan kakaknya; bertiga, Sayid Abdurahman, Sayid Abu Bakar dan sayyid Muhammad Qadhi.

Sayyid Abdurahman di Cirebon dan Sayyid Muhammad Qodli di Semarang Terboyo. Beliau mendapat gelar banyak selain sunan Qodli juga gelar Ki Gede Semarang. Beliau; Syekh Abu Bakar bin Toha juga sangat gigih memimpin dalam melawan Belanda. Ketiga kakak-adik tersebut hampir sama dalam pola dakwahnya, dan juga sama-sama sangat gigih dalam melawan Belanda. Selain makam beliau di Kayu Geritan juga ada makam kasepuhan lainnya, diantaranya Qodli Shon’a, juga dua pamenang atau prajurit dari Mataram.

Lalu kakenya dan ayahnya Nurul Anam dan tokoh ke bawah Kiyai Utsman, Kiyai Asy’ari Karang Anyar. Beliau itu juga dimakam kan di Kayu geritan. Kalau kiyai utsman sebelah barat Kiyai Asy’ari sebelah timur. Tokoh-tokoh dahulu yang ziarah ke Kayu Geritan ini adalah tokoh-tokoh yang top semuanya. Habib Hasyim selain sering ziarah ke makam Habib Abu Bakar bin Thoha ini, juga sumbernya sejarah makam ini. Selain sumbernya dari beliau, saya juga mengambil dari beberapa kitab diantaranya kitab punya Sayyid bin Tohir Mufti Johor Malaysia. namanya Alatho’if, dan buku-buku atau kitab-kitab silsilah. Jadi ada bukti sejarahnya dan jelas kita tidak ngawur dalam hal ini.

(Hasil wawancara Kabag Humas Kab. Pekalongan pada Al-Habib M. Lutfi bin Yahya di Kayu Geritan/nzr/ts/hly.net)

Percaya Siksa Kubur dan Rupa Munkar Nakir?

Percaya Siksa Kubur dan Rupa Munkar Nakir?

Alam kubur bagaikan ruang penantian. Ruang yang penghubung antara alam dunia dan alam akhirat.

Di sanalah manusia menunggu hari penghitungan (penghitungan amal) sembari pengenalan alam lain setelah alam dunia. Di alam kubur inilah manusia akan berjumpa dengan dua malaikat yang menanyakan hal-hal keimanan.

Malaikat itu datang setelah para pengantar jenazah kembali ke rumah masing-masing.

Anas bin Malik pernah memberitakan kepada para sahabat bahwa Rasulullah saw bersabda:
ﺇﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺍﺫﺍ ﻭﺿﻊ ﻓﻰ ﻗﺒﺮﻩ ﻭﺗﻮﻟﻰ ﻋﻨﻪ ﺍﺻﺤﺎﺑﻪ ﺇﻧﻪ
ﻟﻴﺴﻤﻊ ﻗﺮﻥ ﻧﻌﺎﻟﻬﻢ ﺍﺗﺎﻩ ﻣﻠﻜﺎﻥ ﻓﻴﻘﻌﺪﺍﻧﻪ ﻓﻴﻘﻮﻻﻥ
ﻣﺎﻛﻨﺖ ﺗﻘﻮﻝ ﻓﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻧﻪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ
ﻓﻴﻘﻮﻟﻪ ﺍﻧﻈﺮ ﺍﻟﻰ ﻣﻘﻌﺪﻙ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻗﺪ ﺍﺑﺪﻟﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ
ﻣﻘﻌﺪﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻖ ﻭﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﻓﻴﻘﺎﻝ ﻟﻪ
ﻣﺎﻛﻨﺖ ﺗﻘﻮﻝ ﻓﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﺟﻞ؟ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻻ ﺍﺩﺭﻯ ﻛﻨﺖ
ﺍﻗﻮﻝ ﻣﺎﻳﻘﻮﻟﻪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻘﺎﻝ ﻻﺩﺭﻳﺖ ﻭﻻﺗﻠﻴﺖ ﻭﻳﻀﺮﺏ
ﺑﻤﻄﺎﺭﻕ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺪ ﺿﺮﺑﺔ ﻓﻴﺼﻴﺢ ﺻﻴﺤﺔ ﻳﺴﻤﻌﻬﺎ ﻣﻦ
ﻳﻠﻴﻪ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺜﻘﻠﻴﻦ ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ )
Sesungguhnya jika seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya lalu telah berpaling darinya teman-temannya dimana ia masih dengar suara jejak sandalnya, datanglah kepadanya dua malaikat yang mendudukkannya lalu berkata kepadanya “apa yang pernah kau katakan kepada laki-laki yang bernama Muhammad?”.

Jika orang itu seorang mu’min maka dia akan menjawab sesungguhnya lelaki bernama Muhammad saw adalah hamba Allah Swt dan Rasulnya” maka malaikat itu akan berkata padanya lihatlah Allah telah mengganti tempat dudukmu dari api neraka menjadi surga. Dan diperhatikanlah kedua tempat duduk itu.

Dan begitupun jika (jenazah itu) orang munafik dan kaifr maka akan ditanya juga “apa yang pernah kau katakan kepada laki-laki ini (yang bernama Muhammad)?” maka jawabnya “aku tak tahu, aku ucapkan apa yang dikatan orang-orang.

Malaikatpun bertanya kembali “apakah engkau tidak mengerti atau tidak membaca?” .

Dan dipukullah ia dengan gada besi satu pukulan, maka ia menjerit, dan tak ada satupunn pengantar yang mendengarnya kecuali jin dan manusia khusus.

Mengenai gambaran kedua malaikat yang datang ini dalam hadits lain diterangkan dari Abu Hurairah:
ﺍﺳﻮﺩﺍﻥ ﺍﺯﺭﻗﺎﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻻﺣﺪﻫﻤﺎ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻭﻟﻼﺧﺮ ﺍﻟﻨﻜﻴﺮ
Yang hitam dan biru keduanya,yang satu dipanggil Munkar dan yang lain dipanggil Nakir.

Dalam hadist lain yang termaktub dalam kitab Austahnya Imam at-Tabharany, Abu Hurairah
meriwayatkan:
ﺍﻋﻴﻨﻬﻤﺎ ﻣﺜﻞ ﻗﺪﻭﺭ ﺍﻟﻨﺤﺎﺱ ﻭﺍﻧﻴﺎﺑﻬﻤﺎ ﻣﺜﻞ ﺻﻴﺎﺻﻰ
ﺍﻟﺒﻘﺮ ﻭﺍﺻﻮﺗﻬﻤﺎ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺮﻋﺪ
Mata keduanya seperti belanga tembaga, taring keduanya seperti tanduk sapi dan suaranya seperti halilintar.

Demikianlah bahwasanyya ni’mat dan sisika kubur sungguh benar-benar adanya dan termasuk bagian dari masalah aqidah. Syiakh Ibrahim Allaqani menerangkan dalam Jauhartut Tauhid dengan sebuha nadhaman:
ﺳﺆﺍﻟﻨﺎ ﺛﻢ ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻘﺒﺮ * ﻧﻌﻴﻤﻪ ﻭﺍﺟﺐ ﻛﺒﻌﺚ
ﺍﻟﺤﺸﺮ
Ditanya kita soal adzab dan nimat kubur, adalah wajib seperti halnya kebangkitaan dari kubur untuk dikumpulkan.

Sumber: nu.online
Terbitan: (Jumat, 25/04/2014 16:00)

Jumat, 25 April 2014

Hakikatnya Alam yang panas

Hawa yang panas (sedikit angin) tak mesti di persoalkan (mengeluh). Seolah olah tidak menyukai apa yang sudah dikehendaki-Nya. Padahal suasana yang seperti itu dapat membakar kalori yang ada didalam tubuh manusia..