Kamis, 05 Juni 2014

Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU


Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU

Ahlannawawi: ~ Jakarta: "Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (4/6) sore, merima kunjungan belasan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi Amerika Serikat, yakni University of Michigan, Goucher College, dan Goucher College; serta tiga universitas dalam negeri, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga."

Mereka disambut Ketua PBNU H Iqbal Sulam, Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Ibnu Hazen, dan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan PerubahanIklim NU (LPBINU) Avianto Muhtadi di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta.

“Kami berkunjung ke sini dalam rangka ingin belajar tentang NU mengenai pluralisme agama dan masyarakat demokrasi,” ujar Junaidi, koordinator kunjungan. Sebelumnya ia memperkenalkan diri dan rombongannya.

Iqbal di hadapan para mahasiswa ini mempresentasikan secara singkat sejarah, peran, jamaah, pesantren, amal usaha, dan hal-hal lain yang terkait dengan NU baik dari segi budaya maupun organisasi. Ia menegaskan, ormas Islam yang berdiri 1926 tersebut menghargai keragaman suku, agama, dan budaya di Tanah Air. Iqbal menambahkan, jihad adalah perjuangan untuk melawan kolonialisme, dan bukan untuk memusuhi kelompok berbeda.

Menurutnya, sikap ini salah satunya tercermin dalam kehidupan pesantren. Lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara ini kerap diisi para santri dari lintas suku dan daerah yang belajar dalam satu naungan institusi pesantren. “Jadi pluralisme ditanamkan di NU sejak pada level proses belajar mengajar di pesantren,” ungkapnya.

Iqbal juga menyampaikan bahwa NU tulus menerima Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Bahkan, NU adalah ormas pertama yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal,” tuturnya.

Usai dari kantor PBNU, rombongan mahasiswa ini mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta. Sebelumnya, mereka sudah terlebih dahulu bersilaturahmi ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Konferensi Wali Gereja (KWI). (Mahbib Khoiron)

https://m.facebook.com/elang

Sumber: NU Online
(Rabu, 04/06/2014 21:01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar